BerandaPERISTIWAPLTU Ropa di Ende...

PLTU Ropa di Ende Mulai Beroperasi

Floresa.co – General Manajer Perusahaan Listrik Negara Wilyah Nusa Tenggara Timur Richard Safkaur mengatakan, di Kupang, Sabtu (24/5/2014), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende sudah mulai beroperasi.

Pengoperasian satu lagi pembangkit listrik ini sejak Kamis dua hari lalu menyusul pada akhir April 2014 dioperasikan PLTU Bolok di Kabupaten Kupang dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTM) di Ndungga Ende, tanggal 13 Mei lalu, kata Richard Safkaur di Kupang, Sabtu.

Sehingga berkaitan dengan ketahanan energi listrik di Nusa Tenggara Timur saat ini dipandang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan sekitar lima juta warga di daerah berbasis kepulauan ini.

Pengoprasian PLTU Ropa Ende itu ditandai dengan mengalirnya arus energi listrik dari Ropa menuju sistem kelistrikan di pusat pembangkit di Kota Ende.

Menurutnya, sebelum PLTU Ropa dioperasikan, terlebih dahulu menjalani serangkaian uji coba. Hingga akhirnya PLTU Ropa bisa beroperasi yang diawali dengan pembakaran batu bara sebagai sumber utama pembangkit pada 18 April 2014.

Setelah dimulai proses pembakaran batu bara, pada 22 Mei 2014 pukul 03.00 Wita, listrik dari PLTU Ropa berhasil masuk dalam sistem kelistrikan yang ada di Kota Ende melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Ropa-Ende.

“Pasokan listrik dari PLTU Ropa akan terus ditingkatkan sesuai dengan kapasitasnya sebesar 7 Mega Watt. Saat ini pemakaian listrik dari Ropa masih sebesar 2 Mega Watt,” katanya seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dia menjelaskan, dengan beroperasinya PLTU Ropa ketersediaan tenaga listrik untuk Kota Ende mencukupi. Apalagi akan didukung sepenuhnya dengan PLTM Ndunggga yang sudah lebih dahulu beroperasi sejak pekan lalu.

Tentang keberadaan tapak tower yang digunakan sebagai SUTT untuk menyalurkan listrik dari PLTU Ropa, Safkaur minta masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga sehingga bisa aman baik bagi dirinya sendiri maupun untuk kelangsungan pasokan listrik.

“Masyarakat jangan sekali-kali mendekati, apalagi memanjat tapak tower yang ada, karena bisa membahayakan. Tapak tower yang ada mengalirkan listrik dengan tegangan tinggi,” katanya.

Kata dia, secara teknis energi listrik dari PLTU Ropa dialirkan melalui jaringan SUTT lalu masuk ke dalam sistem kelistrikan di Kota Ende yang diatur dari ruang kendali di PLTD Mautapaga.

“Keberadaan PLTU Ropa secara bertahap akan mengambilalih sumber pembangkit listrik di Kota Ende dan nantinya secara bertahap akan membangun jaringan interkoneksi dengan beberapa kota kabupaten di Daratan Flores,” tambahnya.

Sebelumnya, setelah sukses mengoperasikan PLTU Bolok di Kabupaten Kupang secara penuh April lalu, PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 13 Mei 2014 juga resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTM) Ndungga berkapasitas 2×1000 kW (kilowatt), di Kabupaten Ende.

“Beroperasinya PTLTM Ndungga, menyumbang penghematan sebesar Rp100 juta per hari. Untuk itu PLN, Pemda dan masyarakat di Kabupaten Ende, wajib menjaga kelestarian hutan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ndungga agar debit airnya stabil,” kata Richard Safkaur.

Pengoperasian sumber energi terbarukan itu ditandai dengan serah terima operasi PLTM Ndungga dari Albert Siregar, selaku Manajer UIP XI UPK 2 (Unit Induk Pembangunan XI – Unit Pelaksana Konstruksi 2) kepada PLN Wilayah NTT.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga