BerandaPERISTIWAPilkades di Manggarai Barat...

Pilkades di Manggarai Barat Ricuh, Dua Warga Luka Serius

Kericuhan yang berlangsung di Tempat Pemungutan Suara [TPS] yang terletak di halaman SDI Tebang itu membuat Fransiskus Latong [48] dan Flavianus Janu [22] diangkut ke Labuan Bajo untuk menjalani perawatan.

Floresa.co – Pemilihan Kepala Desa [Pilkades] di Desa Compang Suka, Kecamatan Kuwus di Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis, 29 September 2022 ricuh, di mana dua orang warga mengalami luka serius hingga dirawat di rumah sakit.

Desa Compang Suka merupakan salah satu dari 102 desa di kabupaten itu yang menggelar Pilkades serentak pada Kamis.

Kericuhan yang berlangsung di Tempat Pemungutan Suara [TPS] yang terletak di halaman SDI Tebang itu membuat Fransiskus Latong [48] dan Flavianus Janu [22] diangkut ke Labuan Bajo untuk menjalani perawatan.

“Mereka sempat dirawat di Puskesmas Golo Welu, tetapi karena keterbatasan sarana, kemudian dirujuk ke RSUD Komodo, Labuan Bajo,” kata Camat Kuwus, Gabriel Bagung Kamis malam.

Ia menjelaskan, Fransiskus mengalami luka robek pada bagian pelipis dan memar pada dahi kanan, sedangkan Flavianus mengalami luka robek pada bagian kepala.

Kapolsek Kuwus Ipda Arsilinus Lentar menambahkan informasi terakhir yang dia peroleh, Flavianus sudah diperbolehkan pulang, sementara Fransiskus masih dirawat RSUD Komodo.

Arsi menjelaskan bahwa keributan bermula ketika Wilfridus Sudirman Syukur, saksi salah seorang calon menanyakan prosedur pencoblosan bagi pemilih yang sakit dan tidak bisa mendatangi TPS.

Panitia kemudian menjelaskan tentang isi Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 36 tahun 2022 tentang Pemilihan Kepala Desa, yang menyatakan bahwa pemilih yang sakit bisa didampingi oleh anggota keluarga terdekat dan salah satu panitia.

“Dalam proses diskusi terkait hal tersebut, tiba-tiba seorang anggota Linmas atas nama Feliks Matus merangsek masuk kedalam ruangan TPS. Kemudian terjadilah adu mulut antara Wilfridus Sudirman Syukur dengan Feliks Matus sehingga membuat situasi di TPS menjadi tidak kondusif,” tutur Ipda Arsi.

Petugas Linmas tersebut, kata dia, ditarik-tarik lalu terjadilah keributan mulai pukul 09.02 Wita.

Dalam sebuah video yang merekam kejadian itu, tampak warga terlihat terlibat saling serang.

Ipda Asi mengatakan, tak lama kemudian, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Kuwus yang terdiri dari dirinya, camat dan Danpos Babinsa 1612-08 Kuwus Serka Fabianus Gabi tiba di lokasi kejadian.

Setelah berhasil menenangkan warga dan bersepakat dengan dua kandidat, yakni Laurensius Jehamin dan Damasus Aman, proses pemilihan dilanjutkan dan berlangsung kondisif. Hasil Pilkades ini dimenangkan oleh Laurensius.

Dari informasi yang dihimpun Floresa.co, kericuhan juga terjadi dalam Pilkades di Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, di mana TPS dibakar.

Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga