SERIAL LIPUTAN KHUSUS

Siapa yang Setel MBG di Manggarai Timur?

Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran membawa janji menjangkau jutaan anak sekolah, balita, dan ibu hamil di seluruh Indonesia. 

Namun, di lapangan, termasuk di daerah seperti Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, gambarannya jauh lebih rumit dari sekadar dapur yang memasak dan mendistribusikan makanan.

Selama beberapa pekan, Tim Floresa menelusuri beberapa dapur yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten ini—mendatangi lokasinya, mewawancarai kepala dapur, guru, pejabat Badan Gizi Nasional, hingga pemilik yayasan pengelola. 

Yang kami temukan adalah sengkarut yang berlapis: dapur yang buru-buru beroperasi meski fasilitas belum lengkap, dapur lain yang sudah siap tapi tak kunjung mendapat izin, dugaan data fiktif soal jumlah dapur yang berjalan, konflik perebutan penerima manfaat antaryayasan pengelola, hingga desas-desus jual beli titik koordinat SPPG.

Yang juga mencolok, sejumlah dapur ini berafiliasi dengan anggota DPRD, pengusaha lokal, dan yayasan relawan pendukung Prabowo-Gibran—pola yang mengundang pertanyaan lebih jauh soal siapa sebenarnya yang diuntungkan dari program yang seharusnya berpihak pada anak-anak dan kelompok rentan.

Serial liputan “Siapa yang Setel MBG di Manggarai Timur?” adalah upaya kami membuka tarik menarik kepentingan proyek ini ke publik.

Berebut Anggaran Negara di Balik Nama Gizi Anak

MBG dijual dengan bahasa mulia soal gizi anak, tapi di dapurnya, yang terlihat justru arena rebutan penerima manfaat, titik koordinat, dan izin operasional.

Dinas Kesehatan Manggarai Timur: MBG Tidak Berkontribusi pada Penurunan Stunting

Program MBG akan bermakna jika sasarannya diutamakan untuk ibu hamil dan bayi balita yang kekurangan gizi dan gizi buruk, kata Kepala Dinas Kesehatan.

DPRD, Relawan Prabowo, Istri Mantan Bupati, hingga Pengusaha di Balik Dapur MBG Manggarai Timur

Dari dapur yang dibangun a anggota DPRD, jaringan yayasan relawan Prabowo-Gibran, hingga dapur milik istri mantan bupati dan pengusaha lokal, penelusuran Floresa menemukan pola kepemilikan dapur MBG yang jauh dari sekadar urusan gizi anak sekolah.

Dugaan Data Fiktif dan Praktik ‘Uang Rokok’ di Balik Sengkarut Perizinan Dapur MBG Manggarai Timur

Pemilik SPPG Satar Peot menuding BGN pernah melaporkan dapurnya sudah beroperasi padahal izinnya belum turun. Sumber lain menyebut ada permintaan biaya hingga Rp300 juta untuk mempercepat proses.

Privilese Dapur MBG Polisi di Manggarai Timur: Sempat Bermasalah, Rebut Jatah Sekolah Dapur Relawan Prabowo-Gibran

SPPG Polres langsung beroperasi tak lama usai diresmikan Prabowo. Titik koordinatnya berpindah, ambil jatah penerima manfaat dari dapur lain yang sudah lama berdiri.