Perlu Penertiban untuk Agen Travel di Labuan Bajo; Belajar dari Kasus Kecelakaan Kapal KML Tiana Liveaboard

Selain mematuhi SOP, agen travel yang beroperasi Labuan Bajo juga perlu terdaftar pada asosiasi yang ada, agar memudahkan kontrol dan koordinasi ketika terjadi masalah.

‘Jangankan untuk Dijual, untuk Konsumsi Saja Sangat Sulit,’ Petani di Flores Kewalahan Hadapi Penyakit Darah Pisang

Sejak bulan Juli, kebun-kebun pisang di salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil pisang di Flores dilanda penyakit darah. Sementara belum ada langkah efektif mencegahnya, petani terus merana.

Pekerja Migran dari Flores: Lebih Memilih Jalur Ilegal ke Malaysia, Terus Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia

Terhimpit masalah ekonomi di kampung halaman, setiap bulan ratusan warga dari Flores berangkat ke Malaysia menjadi pekerja migran melalui jalur ilegal. Meski beresiko tinggi bagi keselamatan dan rentan menjadi korban perdagangan manusia, praktik ini terus terjadi, sementara pemerintah terkesan membiarkannya. Selama tiga bulan terakhir, Floresa.co menginvestigasi masalah ini.

PUBLIKASI TERBARU

Perlu Penertiban untuk Agen Travel di Labuan Bajo; Belajar dari Kasus Kecelakaan Kapal KML Tiana Liveaboard

Selain mematuhi SOP, agen travel yang beroperasi Labuan Bajo juga perlu terdaftar pada asosiasi yang ada, agar memudahkan kontrol dan koordinasi ketika terjadi masalah.

Penguasaan Lahan Skala Masif: Sisi Gelap Pembangunan Pariwisata di Labuan Bajo

Penulis, seorang imam Katolik, menyoroti dua skema penguasaan lahan secara masif di Labuan Bajo yang berdampak bagi ekologi dan sosial; pembangunan berbagai infrastruktur skala besar dan alih kepemilikan lahan dari warga setempat ke para pemodal.

Terminal Nggorang Telantar Usai Dialihkan ke Provinsi; Parkir Liar Menjamur, Tantangan Jadikan Labuan Bajo ‘Smart City’

Telantarnya terminal ini yang berdampak pada kesemrawutan kota menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pemerintah menata Labuan Bajo sebagai 'smart city'

MEDIA SOSIAL KAMI

11,604FansSuka
1,496PengikutMengikuti
2,112PengikutMengikuti

Floresa.co membuka kesempatan kepada Anda yang ingin menulis untuk publik melalui rubrik “Analisis” dan “Literasi.”

Pantai Pede di Labuan Bajo: Dahulu ‘Diambil’ dari Publik oleh Pemprov NTT, Sekarang Dibiarkan Telantar

Beberapa tahun lalu pemerintah provinsi menentang protes elemen sipil, menyerahkan satu-satunya pantai yang masih bisa diakses bebas oleh publik di Labuan Bajo itu kepada perusahan swasta. Sekarang, pantainya tidak terawat, belum ada tanda-tanda dimaksimalkan untuk menambah pendapatan daerah seperti yang digembar-gemborkan.

Rumah Tenun Baku Peduli: Melestarikan Tenun, Menghidupi Penenun

Selama satu dekade, Rumah Tenun Baku Peduli berupaya melestarikan budaya tenun demi memberdayakan penenun secara ekonomi. Tempat ini menjadi salah satu destinasi pilihan wisatawan saat berkunjung ke Labuan Bajo.

BANYAK DIBACA

Pariwisata Super Premium: Penguasaan Sumber Daya dan Kesempatan, dan Perlawanan Rakyat Flores

Sementara Flores menjadi lahan investasi pariwisata yang menguntungkan bagi para pemodal, warga lokal kehilangan kepemilikan, akses dan manfaat dari sumber-sumber daya alam yang sudah dikuasai oleh pebisnis dengan bantuan aparat negara. Tidak hanya itu, peluang-peluang yang tercipta lewat pembangunan pariwisata pun dikuasai oleh pelaku bisnis besar yang berkelindan dengan para politisi dan aparat negara.

Saudara Kembar Komodo yang Menolak Dipinggirkan Korporasi Bisnis Pariwisata

Warga Pulau Komodo mempertanyakan langkah pemerintah yang terus membuka ruang bagi bisnis pariwisata dan klaim-kalim bahwa berbagai kebijakannya untuk kepentingan konservasi.

Dari Relokasi Warga hingga Kenaikan Drastis Tarif Masuk; Kontroversi-kontroversi Gubernur Laiskodat di TN Komodo

Sejak memimpin NTT pada 2018, Gubernur Laiskodat melahirkan sejumlah kebijakan di TN Komodo yang memicu gejolak perlawanan. Selain karena mengancam keberadaan penduduk di dalam kawasan, juga karena dianggap tidak mengakomodasi aspirasi dari para pelaku wisata setempat.

Proyek Infrastruktur yang Amburadul di Labuan Bajo; Tidak Menjawab Masalah, Tanpa Perencanaan yang Matang

Butuh evaluasi serius terhadap berbagai macam proyek infrastruktur yang amburadul, agar tidak tidak hanya jadi bancakan dari orang-orang pusat dan mitra mereka di daerah yang sekedar mau mencari untung, tanpa peduli soal kualitas dan manfaatnya.

Pohon Proyek KSPN;  Dibeli 5 Juta Per Batang dari Luar Labuan Bajo, Kini Dimusnahkan di Dekat Pemakaman Umum

Dicita-citakan untuk mempercantik Labuan Bajo, banyak dari pohon-pohon yang didatangkan dari daerah lain itu mati dan dibakar, sementara yang lainnya sudah mulai mengering. Ini adalah bagian dari proyek pemerintah pusat.

Korban “Tragedi Rabu Berdarah” yang Dilupakan Negara

Sejumlah petani dari Colol yang ikut dalam aksi demonstrasi di Ruteng pada Rabu, 10 Maret 2004 ditembak aparat, dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Rabu Berdarah. Sebagian dari mereka meregang nyawa, yang lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi cacat permanen dan trauma yang terus menghantui. Artikel ini memuat kisah korban tragedi itu dan bagaimana mereka dilupakan negara.

ANALISIS

Mengapa Dukungan Sekolah dan Daerah Jadi Kunci dalam Program Guru Penggerak?

Dengan mengambil contoh di Kabupaten Manggarai Timur, penulis yang adalah birokrat di kabupaten itu dan fasilitator nasional Program Guru Penggerak menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari sekolah dan daerah dalam memperbaiki mutu pendidikan lewat program ini.

Memikirkan Ulang Strategi Melawan Pencaplokan Sumber Daya dalam Pariwisata Super Premium di Flores

Di tengah penetrasi kapitalisme melalui berbagai kebijakan pembangunan oleh pemerintah di sektor pariwisata di Flores, diperlukan usaha untuk memikirkan dan menata kembali strategi kekuatan rakyat

Utak-Atik Zona Pemanfaatan TN Komodo: Ganggu Habitat Satwa dan Caplok Ruang Hidup Warga demi Investasi

Bagaimana sebenarnya penetapan zona pemanfaatan? Apa dampak pembangunan di dalam habitat komodo bagi kehidupan satwa dan masyarakat setempat?

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

BACA JUGA

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Manggarai mendapat pengaruh budaya oleh pendatang dari berbagai macam latar belakang, seperti Cina, Jawa, Bugis, Padang, Bali, Makasar, Belanda, Portugis, termasuk penduduk Pulau Flores dan penduduk NTT dari daerah lain. Hal ini telah memperkaya dan membentuk keanekaragaman budaya di Manggarai.

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kopi Colol Mendunia, Bagaimana Nasib Petaninya?

Dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkelas, yang kualitasnya sudah diakui secara nasional, bahkan mendunia, kondisi kehidupan petani di Colol masih memperihatinkan. Harga jual yang mereka dapat dari jerih payah mengolah kopi begitu rendah.

Dari Politisi, Pebisnis Restoran dan Hotel hingga Raja Sawit: Jaringan Perusahaan di Habitat Komodo yang Mulai Tersingkap

Sebagian dari nama-nama mereka yang terkait dengan perusahaan-perusahaan ini memiliki kedekatan dengan kekuasaan, termasuk dengan Presiden Joko Widodo

Kenaikan Tarif ke TN Komodo: Digagas Pemprov NTT, Didukung Presiden, Ujungnya Dibatalkan

Para pelaku wisata mendesak pemerintah mempublikasi keputusan pembatalan ini secara masif agar memberikan kepastian bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo pada tahun depan.

Merawat Kehidupan di Laut Sawu

Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ) di Laut Sawu tidak hanya tentang melindungi ekosistem dan jalur migrasi mamalia laut, tetapi juga mesti turut mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat pesisir, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

LITERASI

Karya Lama Verheijen yang Kian Relevan di Tanah Komodo

Kendati terbit lebih dari tiga dekade lalu, buku ini masih penting dibaca saat ini di tengah polemik berbagai kebijakan pemerintah di TN Komodo yang cenderung berupaya meminggirkan Ata Modo.

Novel “Molas Flores Gadis Pulau Bunga” dan Kritik atas Dominasi Budaya Patriarki

Kisah Molas, tokoh utama dalam novel ini, bisa menjadi lensa untuk melihat secara kritis fenomena sosial-budaya yang masih menjadi masalah serius hingga kini, yakni dominasi budaya patriarki atas perempuan dan bagaimana cara melawannya

Resensi Buku: Menuju Konservasi Laut yang Pro Rakyat dan Pro Lingkungan

Buku ini relevan sebagai referensi penting, terutama dalam usaha mencari cara terbaik dalam tata kelola kawasan konservasi laut di Indonesia.

Resensi Buku: Negara Bukan-bukan

Judul: Negara Bukan-bukan? Driyarkara tentang Pancasila dan Persoalan Relasi Agama dan Negara, Penulis: Silvano Keo Baghi, Jumlah halaman: 242, Tahun terbit: 2016, Penerbit: Ledalero, Maumere Akhir-akhir ini, ruang publik kita...