Dari Panggung Teater, Pelajar SMA di Manggarai Barat Menantang Janji Pembangunan yang Mengancam Ruang Hidup

Lewat “Tragedi Tanah Kita”, pelajar SMAN 2 Komodo menghidupkan kembali kecemasan warga terhadap tambang dan proyek geotermal: siapa menikmati pembangunan, dan siapa menanggung kehilangan tanah, air, serta budaya?

DUKUNG KAMI

Floresa adalah media independen. Kami menjalankan jurnalisme yang melayani kepentingan publik. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

DOMBA VS GEMBALA

Serial liputan kami yang mengulas konflik agraria antara warga berhadapan dengan korporasi Gereja Katolik di Nangahale, Kabupaten Sikka.

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

PERISTIWA

EDITORIAL

Pandangan redaksi terhadap berbagai isu krusial.

SERIAL LIPUTAN

Saat warga dan PT Krisrama, korporasi milik Gereja Katolik, lembaga keagamaan berpengaruh di Flores terlibat dalam sengketa lahan warisan kolonial.

Ada dapur yang buru-buru beroperasi meski fasilitasnya belum siap, sementara yang lain sudah siap justru terganjal izin—di tengah data fiktif, rebutan penerima manfaat, dugaan jual-beli titik koordinat, hingga jejak anggota DPRD, pengusaha lokal, dan yayasan relawan Prabowo-Gibran di baliknya.

Hotel di Labuan Bajo tumbuh bagai jamur, semuanya butuh tenaga. Sebagian dari tenaga itu diisi oleh pelajar SMK peserta Praktik Kerja Lapangan. Mereka dieksploitasi di kota pariwisata super premium.

Setelah hampir dua dekade lalu, perusahaan tambang hadir lagi di Manggarai, dengan janji-janji baru.

Serial tentang tranpuan di FloresIni yang mencari Tuhan, dan menemukan-Nya — meski tidak selalu di tempat yang diharapkan institusi.

Ekspansi markas militer di Flores membawa serta konflik lahan dan kecemasan terhadap ruang sipil yang kian menyempit.

Kami mengungkap kekerasan seksual di kampus Katolik di Flores, melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang.

LIPUTAN KHUSUS

BANYAK DIBACA

WAWANCARA

Perempuan Bicara

Perempuan Poco Leok Bersaksi dalam Uji Materi UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi

Ermelinda Jebarus mengatakan perempuan tidak dilibatkan dalam penentuan lokasi pengeboran proyek geotermal, meski kehidupan mereka bertumpu pada tanah, kebun, air, dan ritual adat.

Perempuan Flores Timur Mengubah Limbah Kelapa Jadi Energi dan Ekonomi

Tempurung yang dulu dibuang kini menjadi briket. Mereka juga merintis tabungan komunitas.

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

CERPEN

Kumpulan cerita pendek terkait isu sosial

Karung Kopi Terakhir

Dalam perjalanan pulang yang tinggal beberapa langkah, sekarung kopi menyeret Yosep kembali pada tanah yang dirampas, luka yang tak pernah sembuh, dan maut yang telah lama menunggunya.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang mengibas rambutnya, tipis dan lelah. Di bawah, kendaraan lalu-lalang tanpa peduli. Ia menatap kosong, seperti...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat, aku mulai enggan pergi ke sekolah. Aku sadar, tugas mulia ini dibayang-bayangi kehancuran. Siapa pelakunya,...