Seri Pertama Kelas Pendidikan Kritis Kaum Muda NTT

Keadilan Agraria, Masyarakat Adat dan Krisis Lingkungan di NTT

Ruang belajar bersama untuk memahami, menganalisis, dan merespons berbagai masalah sosial di Nusa Tenggara Timur. Informasi rinci bisa dicek di sini

Minta BTNK Hentikan Sementara Kebijakan Pembatasan Kuota, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Rekomendasikan Pengaturan Waktu Kunjungan di TNK 

Menurut para pelaku wisata, konservasi tetap menjadi prioritas, tapi tidak boleh mengesampingkan ekonomi masyarakat

DUKUNG JURNALISME KAMI

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh. Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

PERISTIWA

EDITORIAL

BACA JUGA

Pemulangan Jenazah PMI Asal Malaka Lamban karena Kendala Biaya, Cermin “Lemahnya Tanggung Jawab Negara”

Data BP3MI mencatat 127 PMI asal NTT meninggal pada 2025 dan 44 kasus hingga April 2026, mayoritas nonprosedural, dengan pemulangan jenazah kerap terkendala biaya

Dijebak dengan Potongan Ikan dan Pipa Paralon, Modus Sindikat Internasional Perdagangan Komodo di Manggarai Timur

Sejak Januari 2025 hingga Februari 2026, 20 ekor komodo diperdagangkan

Sesat Pikir Polres Flores Timur soal “Saksi Meringankan” dalam Kasus Pemerkosaan Anak

Penegakan hukum hanya bermakna jika aparat berpijak pada perlindungan korban, bukan kompromi sosial yang membuka jalan bagi impunitas.

BANYAK DIBACA

LIPUTAN KHUSUS

Ekspansi Proyek Penjajahan dalam Dokumenter “Pesta Babi,” Membaca Pola Serupa di Flores

Dari Ruteng, warga memaknai dokumenter tentang Papua ini sebagai kerangka untuk menyelami praktik yang sedang bergerak di Flores: proyek besar, stigma, kriminalisasi, dan pendekatan keamanan yang kerap lebih cepat datang daripada dialog.

Perempuan Bicara

Melawan Ketidakadilan terhadap Perempuan: Mengenang R.A. Kartini

Kartini bukan sekadar nama, tapi mimpi tentang martabat perempuan yang setara

Mengubur Parang, Menyemai ‘Taan Tou’ untuk Adonara yang Damai

Jika kehormatan terus-menerus dibayar dengan darah, bukankah yang sedang kita wariskan kepada anak cucu bukan kemuliaan, melainkan lingkaran kekerasan yang tak pernah usai?

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara