Pohon Proyek KSPN;  Dibeli 5 Juta Per Batang dari Luar Labuan Bajo, Kini Dimusnahkan di Dekat Pemakaman Umum

Dicita-citakan untuk mempercantik Labuan Bajo, banyak dari pohon-pohon yang didatangkan dari daerah lain itu mati dan dibakar, sementara yang lainnya sudah mulai mengering. Ini adalah bagian dari proyek pemerintah pusat.

Kami Rela Mati demi Anak Cucu, Cerita Perempuan Wae Sano yang Tolak Proyek Geothermal

"Sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan generasi baru, kami sangat khawatir dengan masa depan anak cucu kami," kata seorang ibu di Desa Wae Sano terkait ancaman proyek geothermal.

Pekerja Migran dari Flores: Lebih Memilih Jalur Ilegal ke Malaysia, Terus Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia

Terhimpit masalah ekonomi di kampung halaman, setiap bulan ratusan warga dari Flores berangkat ke Malaysia menjadi pekerja migran melalui jalur ilegal. Meski beresiko tinggi bagi keselamatan dan rentan menjadi korban perdagangan manusia, praktik ini terus terjadi, sementara pemerintah terkesan membiarkannya. Selama tiga bulan terakhir, Floresa.co menginvestigasi masalah ini.

Promosi ‘Parapuar’ BPO-LBF untuk Investasi di Bowosie di Tengah Konflik yang Belum Selesai

“Pariwisata berkelanjutan kelas dunia yang berkualitas tinggi di jantung Flores,” demikian julukan BPO-LBF untuk lahan seluas 400 hektar yang dikuasainya di Hutan Bowosie, meminggirkan soal yang masih belum selesai; konflik lahan dengan warga, juga kecemasan ancaman krisis ekologi bagi Labuan Bajo.

Saudara Kembar Komodo yang Menolak Dipinggirkan Korporasi Bisnis Pariwisata

Warga Pulau Komodo mempertanyakan langkah pemerintah yang terus membuka ruang bagi bisnis pariwisata dan klaim-kalim bahwa berbagai kebijakannya untuk kepentingan konservasi.

PUBLIKASI TERBARU

Jelang Hari HAM, Sejumlah Organisasi Unjuk Rasa Tuntut Keadilan di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Maumere

Mereka mengangkat sejumlah kasus seperti pembunuhan berencana di Wolomarang, perdagangan 17 anak di sejumlah tempat hiburan malam di Maumere, dan korupsi dana Bantuan Tidak Terduga di BPBD Sikka.

Memikirkan Ulang Strategi Melawan Pencaplokan Sumber Daya dalam Pariwisata Super Premium di Flores

Di tengah penetrasi kapitalisme melalui berbagai kebijakan pembangunan oleh pemerintah di sektor pariwisata di Flores, diperlukan usaha untuk memikirkan dan menata kembali strategi kekuatan rakyat

Pohon Proyek KSPN;  Dibeli 5 Juta Per Batang dari Luar Labuan Bajo, Kini Dimusnahkan di Dekat Pemakaman Umum

Dicita-citakan untuk mempercantik Labuan Bajo, banyak dari pohon-pohon yang didatangkan dari daerah lain itu mati dan dibakar, sementara yang lainnya sudah mulai mengering. Ini adalah bagian dari proyek pemerintah pusat.

KUHP yang Disahkan di Tengah Banjir Kritik; Ancaman Serius yang Gerus Sendi Demokrasi

Klaim bahwa pengesahan KUHP ini merupakan momen bersejarah reformasi hukum pidana di Indonesia, "adalah sebuah dusta besar dari sebuah rezim yang tidak ragu untuk memangkas hak-hak warganya dengan keji untuk melanggengkan kekuasaan.”

MEDIA SOSIAL KAMI

11,604FansSuka
1,298PengikutMengikuti
2,086PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Floresa.co membuka kesempatan kepada Anda yang ingin menulis untuk publik melalui rubrik “Analisis” dan “Literasi.”

BANYAK DIBACA

Pariwisata Super Premium: Penguasaan Sumber Daya dan Kesempatan, dan Perlawanan Rakyat Flores

Sementara Flores menjadi lahan investasi pariwisata yang menguntungkan bagi para pemodal, warga lokal kehilangan kepemilikan, akses dan manfaat dari sumber-sumber daya alam yang sudah dikuasai oleh pebisnis dengan bantuan aparat negara. Tidak hanya itu, peluang-peluang yang tercipta lewat pembangunan pariwisata pun dikuasai oleh pelaku bisnis besar yang berkelindan dengan para politisi dan aparat negara.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Peneliti: Regulasi Permanen di Tingkat Lokal Penting demi Lindungi Satwa di Flores

Ketidakpedulian pemerintah lokal untuk melindungi satwa di Flores yang dilaporkan terus diburu dan diselundupkan ke berbagai wilayah mesti segera diakhiri, jika kita menginginkan agar satwa-satwa ini masih tetap bertahan di tahun-tahun mendatang.

Korban “Tragedi Rabu Berdarah” yang Dilupakan Negara

Sejumlah petani dari Colol yang ikut dalam aksi demonstrasi di Ruteng pada Rabu, 10 Maret 2004 ditembak aparat, dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Rabu Berdarah. Sebagian dari mereka meregang nyawa, yang lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi cacat permanen dan trauma yang terus menghantui. Artikel ini memuat kisah korban tragedi itu dan bagaimana mereka dilupakan negara.

FEATURE

Agleriano Gefrilman, Bocah Lumpuh di Manggarai Timur yang Berharap Bisa Sekolah

Meski dengan kondisi keterbatasan fisik, yang membuat bocah 12 tahun itu tidak bisa mengenyam pendidikan formal seperti anak-anak lainnya, ia piawai bisa menulis, menggambar dan membaca. "Saya ingin sekolah," katanya.

Yoseph Ronaldi: Berdayakan Petani Kopi, Melawan Praktik Ijon dan Dominasi Tengkulak

Di bangku kuliah, Yoseph Ronaldi belajar teologi karena ingin menjadi Guru Agama Katolik. Namun, ia banting stir menjadi pebisnis kopi setelah mendengar cerita kekalahan petani kopi di kampungnya, Colol karena praktik ijon dan dominasi tengkulak. Kini, selain brand Ponan Coffee miliknya sudah merambah pasar kopi biji dan bubuk di Ruteng dan Labuan Bajo, ia juga membantu memberdayakan para petani kopi.

Prudensia Sitia: Jadi Pemulung untuk Bertahan Hidup di Labuan Bajo

Di usianya yang ke-55 tahun, Prudensia Sitia yang ditinggal suaminya tahun lalu, mencari rejeki dengan memulung di kota Labuan Bajo. Ia potret dari orang lokal yang berusaha dengan daya sendiri bertahan hidup di kota itu yang terus menjadi sasaran berbagai proyek pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.

ANALISIS

Ilusi Janji Kesejahteraan Pemprov NTT untuk Warga Besipae

Aksi pembongkaran rumah-rumah warga di Besipae adalah potret dari kuasa eksklusi, entah melalui regulasi, pemaksaan, pasar maupun legitimasi yang dipraktikkan secara vulgar oleh pemerintah dan aparat keamanan. 

Merawat Kehidupan di Laut Sawu

Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ) di Laut Sawu tidak hanya tentang melindungi ekosistem dan jalur migrasi mamalia laut, tetapi juga mesti turut mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat pesisir, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

Utak-Atik Zona Pemanfaatan TN Komodo: Ganggu Habitat Satwa dan Caplok Ruang Hidup Warga demi Investasi

Bagaimana sebenarnya penetapan zona pemanfaatan? Apa dampak pembangunan di dalam habitat komodo bagi kehidupan satwa dan masyarakat setempat?

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

BACA JUGA

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Manggarai mendapat pengaruh budaya oleh pendatang dari berbagai macam latar belakang, seperti Cina, Jawa, Bugis, Padang, Bali, Makasar, Belanda, Portugis, termasuk penduduk Pulau Flores dan penduduk NTT dari daerah lain. Hal ini telah memperkaya dan membentuk keanekaragaman budaya di Manggarai.

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kopi Colol Mendunia, Bagaimana Nasib Petaninya?

Dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkelas, yang kualitasnya sudah diakui secara nasional, bahkan mendunia, kondisi kehidupan petani di Colol masih memperihatinkan. Harga jual yang mereka dapat dari jerih payah mengolah kopi begitu rendah.

Klaim BOP-LBF Soal Proyek Pariwisata di Hutan Bowosie, Labuan Bajo: Mengapa Ditentang Kelompok Sipil?

Bahaya kerusakan lingkungan yang mengancam kota Labuan Bajo dan masalah lahan yang belum tuntas dengan warga lokal, dua isu krusial yang dianggap kelompok sipil diabaikan BOP-LBF dalam proyek alih fungsi 400 hektar Hutan Bowosie.

Polemik Hutan Bowosie di Labuan Bajo: Serikat Petani Indonesia Ikut Klaim Lahan di Tengah Langkah Alih Fungsi oleh Pemerintah untuk Proyek Pariwisata

Kawasan Hutan Bowosie yang menjadi penyangga kota Labuan Bajo ‘direbut’ banyak pihak, termasuk oleh Serikat Petani Indonesia. Ada ancaman masalah ekologi dan konflik yang menjadi bom waktu bagi kota pariwisata super-premium di ujung barat Pulau Flores itu.

LITERASI

Novel “Molas Flores Gadis Pulau Bunga” dan Kritik atas Dominasi Budaya Patriarki

Kisah Molas, tokoh utama dalam novel ini, bisa menjadi lensa untuk melihat secara kritis fenomena sosial-budaya yang masih menjadi masalah serius hingga kini, yakni dominasi budaya patriarki atas perempuan dan bagaimana cara melawannya

Resensi Buku: Menuju Konservasi Laut yang Pro Rakyat dan Pro Lingkungan

Buku ini relevan sebagai referensi penting, terutama dalam usaha mencari cara terbaik dalam tata kelola kawasan konservasi laut di Indonesia.

Resensi Buku: Negara Bukan-bukan

Judul: Negara Bukan-bukan? Driyarkara tentang Pancasila dan Persoalan Relasi Agama dan Negara, Penulis: Silvano Keo Baghi, Jumlah halaman: 242, Tahun terbit: 2016, Penerbit: Ledalero, Maumere Akhir-akhir ini, ruang publik kita...