Respons Polemik Kuota Kunjungan, Wisatawan Diimbau Beli Tiket sebelum Masuk Taman Nasional Komodo

"Kalau bisa, tiket dibeli di Labuan Bajo. Jangan tunggu sampai di Pulau Padar baru beli tiket," kata Kepala BTNK

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh. Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

PERISTIWA

EDITORIAL

BACA JUGA

Kembali Terjadi, Agen Perjalanan Wisata di Labuan Bajo Bohongi Turis

Tiga turis asal Jerman sempat telantar selama lima jam, tanpa ada informasi dari agen

Polisi Akui Simpatisan Pengembang Hotel Mewah di Rote Ikut Unjuk Rasa Berujung Insiden Berdarah

Amnesty International mempertanyakan polisi yang tak mampu mencegah terjadinya benturan, sementara Melbourne Bergerak mengingatkan tak ada impunitas bagi setiap pelaku

Di Balik Pembatasan Kunjungan Wisatawan ke TNK, Ada Konsesi Bisnis Perusahaan yang Dibiarkan

BTNK mengklaim perizinan konsesi di kawasan konservasi dilakukan dengan sangat ketat

BANYAK DIBACA

LIPUTAN KHUSUS

Beragam Taktik Pemerintah dan PT PLN demi Loloskan Proyek Geotermal di Lembata; Manipulasi Pernyataan Warga hingga Catut Nama Tokoh Gereja

Upaya itu adalah bagian dari rangkaian yang terjadi sejak 2024, saat aktivitas proyek ini kian gencar

Jalan Terjal Mencari Keadilan bagi Perempuan Korban Pemerkosaan Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Golkar

“Dia kader potensial. Dia akan lebih didengar karena punya suara dan basis massa. Partai akan bela dia mati-matian,” kata istri anggota dewan itu kepada korban

Perempuan Bicara

Mengubur Parang, Menyemai ‘Taan Tou’ untuk Adonara yang Damai

Jika kehormatan terus-menerus dibayar dengan darah, bukankah yang sedang kita wariskan kepada anak cucu bukan kemuliaan, melainkan lingkaran kekerasan yang tak pernah usai?

Ruang Hidup vs Transisi Energi: Benturan Epistemik dalam Polemik Geotermal

Alih-alih mengikuti narasi transisi energi dari pemerintah dan korporasi, masyarakat adat di Manggarai menegaskan perlawanan mereka sebagai upaya menjaga ruang hidup

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa

Zak Susu

Cerpen Zak Susu mengisahkan usaha menjaga warisan leluhur berhadapan dengan tawaran dan ancaman
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara

Bagaimana Ata Modo Menantang Logika Ekowisata versi Pemerintah, Korporasi dan Agen Konservasi?

Masyarakat adat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo menawarkan model alternatif, menggugat ekowisata berwatak neoliberal yang memfasilitasi perampasan sumber daya

Satire dalam Botchan: Saat Daya Kritis Seorang Guru Diuji Melawan Korupsi di Sekolah Pedesaan Jepang

Kisahnya yang sederhana beresonansi lintas generasi dan bahasa, mengajak pembaca menjunjung tinggi integritas