Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

5916 Artikel

Misa Inkulturasi, Upaya Memperkuat Persaudaraan Warga Manggarai di Jabodetabek

Persoalan pengunduran diri Uskup Paskalis Bruno Syukur juga menjadi bahan diskusi usai Misa

‘Demokrasi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja,’ Intisari Diskusi Publik HRWG tentang Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Bagian Tengah

Perwakilan Floresa menjadi salah satu narasumber yang mengangkat pengalaman kekerasan serta konteks sosial politik di Flores

Mgr. Paskalis Undur Diri dari Uskup Bogor, Singgung Soal Tekanan dan Kehilangan Dukungan

Kabar pengunduran diri Uskup Bogor yang berasal dari Manggarai ini ramai dibicarakan di media sosial, termasuk mendiskusikan berbagai alasan pemicu yang ia singgung dalam pernyataan saat mengumumkan keputusannya

Gelar Konser Mini Hingga Ibadah, Cara Komunitas Transpuan di Sikka Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama 

Selain membuka ruang ekspresi komunitas, kegiatan itu juga bertujuan menyebarkan nilai keberagaman dan kesetaraan gender

Taktik Penyebaran Disinformasi PT PLN demi Meloloskan Proyek Geotermal di Flores

Artikel ini merupakan bagian kedua dari dua berita hasil kolaborasi Forbidden Stories dengan Floresa.

Artikel Terbaru

“Mens Rea” dan Penjinakkan terhadap Kritik

Jika kritik hanya aman selama ia tidak mengganggu, demokrasi kehilangan salah satu fungsi utamanya: berhenti menjadi ruang koreksi dan berubah menjadi ruang kepatuhan yang ramai

Laporan Jatam: Narasi Geotermal Energi Hijau Kontras dengan Fakta Lapangan yang Sarat Kekerasan 

Peluncuran laporan tersebut berlangsung dalam kegiatan selama tiga hari di Jakarta yang menghadirkan perwakilan komunitas warga dari berbagai wilayah, termasuk Flores

Solidaritas Perempuan Flobamoratas: Gugatan Warga Poco Leok terhadap Bupati Manggarai Ujian Komitmen Perlindungan Negara atas Perempuan Adat 

Intimidasi dan ancaman bupati, kata organisasi itu, adalah bentuk kekerasan berbasis gender yang berdampak langsung pada pembungkaman partisipasi perempuan di ruang publik

Abaikan Sanksi Berat UU PA, Akademisi Kritik Jaksa yang Gunakan KUHP untuk Jerat Pelaku Pencabulan Anak di Flores Timur

Selain karena tidak taat asas, penggunaan lex favor reo juga tidak mencerminkan perlindungan terhadap anak dari tindakan kekerasan seksual