Dari Ruteng, warga memaknai dokumenter tentang Papua ini sebagai kerangka untuk menyelami praktik yang sedang bergerak di Flores: proyek besar, stigma, kriminalisasi, dan pendekatan keamanan yang kerap lebih cepat datang daripada dialog.
Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang mengibas rambutnya, tipis dan lelah. Di bawah, kendaraan lalu-lalang tanpa peduli. Ia menatap kosong, seperti sedang menimbang sesuatu yang tak terlihat.
“Yesus Kristus... bantu, bantu...!!!” teriak Tanta Meri dari kejauhan. Teriakan itu menunda kematian Nai siang itu. Ia tetap...