Floresa.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka berjanji menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya ambruk setelah diterjang angin kencang awal pekan ini.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD, Yoseph Richardus berkata, pihaknya telah mendata dan mensurvei rumah-rumah yang rusak di Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante itu untuk memastikan kondisinya.
Setelah diverifikasi, kata dia, jumlah rumah terdampak menjadi 12 dari 10 hasil pengecekan sebelumnya.
“Tingkat kerusakan 12 rumah itu berbeda-beda. Ada yang atapnya rusak total, ada yang kerusakannya 50 persen. Hasil sementara, terdapat delapan rumah yang mengalami kerusakan parah,” katanya kepada Floresa pada 12 Maret.
Yoseph berjanji lembaganya akan menyalurkan bantuan sesuai ketersediaan logistik, seperti beras, terpal, selimut dan tikar.
Bantuan lain seperti seng atau konstruksi yang besar, katanya, masih dalam tahap pembahasan, terutama terkait anggaran.
Semua rumah tidak harus mendapat jenis dan jumlah bantuan yang sama karena “kami melihat tingkat keparahan kerusakan terlebih dahulu.”
“Selain itu, kami juga harus menyesuaikan dengan desa-desa lain yang mengalami kejadian serupa agar pembagiannya adil,” katanya.
Sejak Januari hingga Maret tahun ini, kata dia, BPBD mencatat terdapat 64 bencana di Sikka, mulai dari abrasi, longsor, angin kencang hingga banjir.

Sergius Moa, salah seorang warga berkata, rumah-rumah itu ambruk setelah diterjang angin kencang pada 9 Maret sekitar pukul 13.00 Wita dan pukul 19.00.
Menurutnya, ada enam rumah yang “rata dengan tanah.”
“Hujan deras dan angin kencang terjadi sejak Sabtu ( 7 Maret),” katanya kepada Floresa.
Pada 9 Maret, “situasinya semakin parah hingga membuat kami panik.”
“Beberapa rumah bahkan ambruk di siang itu,” katanya.
Saat itu, sejumlah warga panik dan berlari keluar rumah.
“Kami yang berada di dalam rumah mendengar suara atap seng yang terangkat angin. Tidak lama kemudian, terdengar suara seperti sesuatu yang ambruk,” kata Sergius.
“Kami sempat mengira itu pohon tumbang, tetapi sebenarnya dua rumah di sebelah rumah kami sudah rata dengan tanah,” tambahnya.
Semua penghuni rumah selamat, termasuk dua lansia yang berusia sekitar 80 tahun.
“Mereka langsung mengungsi ke rumah tetangga,” tambahnya.
Tak lama setelah kejadian itu, sejumlah pemuda melaporkan bahwa beberapa rumah lainnya juga roboh dan beberapa lainnya mengalami kerusakan parah.
Ia berkata, hujan deras dan angin kencang itu juga menyebabkan banyak pohon tumbang di sekitar pemukiman.
Saat ini, katanya, warga masih mengungsi di rumah tetangga.

Kepala Desa Ian Tena, Thomas Alfa Edison berkata, pihaknya sudah membuat surat permohonan bantuan ke beberapa instansi, di antaranya Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan.
“Dinas Sosial sudah turun menemui warga terdampak dan menyerahkan bantuan. Sedangkan BPBD dan Dinas Perumahan baru datang ambil data. Kami sangat berharap ada upaya tindak lanjut bagi warga kami,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Kristian Amstrong berkata, pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa perlengkapan keluarga bagi warga terdampak pada 10 Maret.
“Bantuan berupa terpal dua buah, selimut 21 lembar, sarung sebanyak 14 lembar serta perlengkapan keluarga dan bayi,” katanya.
Potensi Hujan dan Angin Kencang Masih Terjadi
Ryan Sudrajad dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Madya Klimatologi II Kupang berkata, fenomena angin kencang yang terjadi di Sikka merupakan bagian dari cuaca ekstrim lokal yang dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Awan itu menimbulkan hujan lebat, petir, serta angin kencang secara tiba-tiba dalam durasi singkat dan bersifat lokal, katanya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan bangunan ringan.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer, kata dia, saat ini, wilayah NTT masih memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi dan kondisi atmosfer yang labil.
Hal itu mendukung pertumbuhan awan konvektif “yang dapat memicu hujan disertai angin kencang.”
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kata Sudrajad, potensi ini masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Pulau Flores dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hingga sore hari.
Ia menyebut beberapa kabupaten yang perlu mewaspadai potensi cuaca serupa, di antaranya, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
“BMKG terus memantau kondisi atmosfer secara intensif melalui satelit cuaca, radar dan model prakiraan cuaca. Kami menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem melalui berbagai kanal informasi resmi BMKG,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Editor: Herry Kabut




