Pemda Manggarai Timur Ingkar Janji Perbaiki Saluran Irigasi yang Rusak Sejak Maret

Dinas PUPR mengklaim masih menunggu alokasi dana Belanja Tak Terduga

Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur hingga kini belum merealisasikan perbaikan saluran irigasi yang rusak lebih dari dua bulan lalu, kendati sudah berjanji memperbaikinya usai Hari Raya Paskah pada 5 April.

Hal ini membuat daerah persawahan Mobos–Nengga di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara belum dapat difungsikan kembali usai rusak karena longsor pada 14 Maret.  

Kerusakan sepanjang sekitar 50 meter saat itu menghambat aliran air ke lahan sawah dan membuat musim tanam para petani tak lagi berlangsung normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sudah tunggu lama. Katanya setelah Paskah, tapi tidak jadi-jadi,” kata Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Wae Mokel, Martinus Garman kepada Floresa pada 18 Mei. 

Janji penanganan usai Paskah itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ferdinandus Mbembok pada 2 April, menyusul survei lapangan oleh tim dinas tersebut pada 31 Maret.

Sebelumnya, pada 15 Maret, GP3A Wae Mokel menyurati Bupati Andreas Agas untuk meminta bantuan dana rehabilitasi saluran irigasi sebesar Rp107,5 juta.

Dalam surat itu, mereka menyebut sekitar 100 kepala keluarga terancam gagal panen dan kehilangan mata pencaharian akibat terhentinya aliran air ke sawah.

Dana ratusan juga yang mereka usulkan rencananya untuk penyediaan material, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan secara swakelola oleh para petani.

Martinus berkata, janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi itu kini mulai mengkhawatirkan karena para petani akan memasuki musim tanam kedua pada Juni hingga Juli.

Ia menjelaskan, petani di wilayah tersebut biasanya melewati dua kali musim tanam dalam setahun, yakni pada Desember–Januari dan Juni–Juli.

Sejak kerusakan pada Maret, kata dia, beberapa  mulai mengering, “paling parah di titik yang terdampak banjir dan longsor.” 

Ia juga berkata, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Heronimus Namu, sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun belum ada perkembangan lanjutan sesudahnya.

“Sampai saat ini belum ada kejelasan,” katanya.

Floresa menghubungi Heronimus melalui pesan Whatsapp pada 19 Mei, namun ia tak merespons.

Kepala Dinas PUPR, Ferdinandus Mbembok, mengakui perbaikan saluran irigasi tersebut belum dilakukan karena masih menunggu alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Mohon bersabar sedikit. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam prosesnya,” katanya pada 21 Mei.

Sementara Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Liliana Alni Duru mengaku belum bisa melakukan intervensi penuh karena masih menunggu kepastian penanganan dari Dinas PUPR.

“Kami bisa intervensi dengan bantuan Irigasi Perpipaan,” katanya, “kalau pipanya sudah dipasang, lalu ada bantuan dari PUPR, nanti pipa-pipa itu dibongkar dan akhirnya kami yang rugi.”

Editor: Anno Susabun

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA