Artikel-artikel yang ditulis oleh

Elkelvin Wuran

152 Artikel

Warga Eks Tim-Tim di Kupang Hadang Aparat dengan Naik Ekskavator saat Lapak Jualannya Dibongkar

Sebelumnya, pada 25 April, aparat gabungan juga membongkar dapur milik seorang lansia berusia 62 tahun

Perempuan Adat NTT Tolak Proyek yang Dipaksakan, Tuntut Negara Tidak Bungkam

Mereka menilai diamnya negara terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan merupakan bentuk kekerasan

HGU Bermasalah, Warga Dipidana: DPR RI Desak Hentikan Kriminalisasi dalam Konflik Agraria Nangahale

Selesaikan dulu akar masalahnya, kata Komisi III dalam rapat bersama KPA dan Polda NTT.

Dari Pengungsi Menjadi Terusir: Warga Eks Tim-Tim di Kupang Hadapi Ancaman Penggusuran Massal

Mereka memilih Indonesia saat referendum 1999. Kini, negara yang mereka bela mengancam menggusur rumah yang mereka bangun selama hampir tiga dekade—tanpa kepastian relokasi yang jelas.

Ombudsman NTT Dorong Layanan Publik Inklusif, Akses Disabilitas Dinilai Masih Terbatas

Komitmen layanan ramah disabilitas di NTT dinilai masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan akses informasi hingga fasilitas pendukung yang belum memadai.

Artikel Terbaru

Warga Eks Tim-Tim di Kupang Hadang Aparat dengan Naik Ekskavator saat Lapak Jualannya Dibongkar

Sebelumnya, pada 25 April, aparat gabungan juga membongkar dapur milik seorang lansia berusia 62 tahun

Jadi Tersangka Kasus Pemerasan karena Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Listrik, Warga Manggarai Ungkap Intimidasi oleh Aparat

Rahmawan Bradino Yohanes menyebut persoalan ini murni wanprestasi perusahaan yang tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran — kuasa hukumnya mempertanyakan dasar hukum penetapan tersangka

Pelatihan Keuangan Inklusif Dorong Usaha Responsif Gender di Manggarai Barat

Selama pelatihan ini, peserta mempelajari literasi keuangan, cara mengakses layanan keuangan formal, serta penyusunan laporan keuangan sederhana

BBKSDA NTT, Kapan Membereskan Tapal Batas TWA Ruteng?

Jika tapal batas terus dibiarkan kabur, kriminalisasi akan berulang, negara akan terus kalah di pengadilan, dan konservasi akan terus kehilangan legitimasi sosial.