Floresa.co – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menuding ada penggiringan opini publik terkait monopoli pengelolaan dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh partai politik tertentu di wilayahnya.
Pernyataannya muncul dalam Rapat Paripurna DPRD ke-III Tahun 2025 pada 4 November.
Dalam sebuah video berdurasi dua menit delapan detik yang tersebar luas di media sosial, Endi sempat menyinggung kurangnya peminat yang mendaftar sebagai mitra Program MBG di Manggarai Barat.
Ia berkata dari 40-an dapur umum dan dapur kategori 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang direncanakan, peminat belum mencapai setengahnya.
Beberapa kecamatan yang disebutnya tidak ada peminat adalah Sano Nggoang, Ndoso, Welak dan Boleng.
Karena itu, ia mendorong DPRD untuk meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat luas agar mengambil peluang itu sehingga “masyarakat di Manggarai Barat ini cepat terlayani.”
“Jadi, siapapun silakan mengecek di portal (Badan Gizi Nasional), diberi akses yang sama, yang berminat sangat diharapkan untuk memanfaatkan peluang ini,” katanya.
Dengan demikian, kata Endi, “pada saatnya tidak ada lagi penggiringan bahwa dapur ini hanya dimonopoli oleh partai tertentu, orang tertentu.”
Benarkah ada Penggiringan Opini?
Tudingan Endi bahwa ada penggiringan opini perihal dapur MBG yang dimonopoli partai tertentu tidak tepat.
Faktanya adalah semua dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Manggarai Barat yang saat ini sudah beroperasi dikelola oleh kroni atau pihak-pihak yang terafiliasi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Hal itu telah dikonfirmasi oleh para kader Gerindra sendiri, sebagaimana terungkap dalam liputan Floresa pada 6 Oktober berjudul “Anak Anggota DPRD hingga Menantu Wakil Bupati; Kroni Partai Gerindra dalam Dapur MBG di Labuan Bajo.”
Rivaldo Theobaldus Jehabut, anak Kanisius Jehabut, Anggota DPRD Manggarai Barat dan kader Gerindra misalnya tercatat mengelola SPPG Macang Tanggar.
Dapurnya bernaung di bawah Yayasan Bangkit Mulia Mabar. Ketua yayasan itu adalah Hironimus Suhardi, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Manggarai Barat periode 2022-2027.
Yayasan itu juga menaungi SPPG lainnya di Golo Koe yang berada di rumah Fidelis Sukur, juga Anggota DPRD dari Gerindra.
Laporan itu juga menyebut SPPG Wae Mata yang dikelola Lusia Claudia Sabrina Beni, menantu dari Wakil Bupati Yulianus Weng.
SPPG lainnya di Batu Cermin juga dikelola oleh Kosmas Semen Janggat.
Weng dan Janggat juga sama-sama kader Gerindra.
Dalam wawancara dengan Floresa, Weng menyebut tak hanya dari Gerindra, beberapa titik dapur MBG yang akan segera beroperasi juga dikelola kader dari partai lain, termasuk Nasdem.
Bupati Endi adalah juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem NTT.
Weng misalnya menyebut dapur di Mbuit, Kecamatan Boleng yang ditangani Wilhelmus Syukur, mantan anggota DPRD Manggarai Barat periode 2019-2024 dari Fraksi Nasdem.
Selain itu, kata Weng, dapur di Lembor dikelola adik dari Yopi Widiyanti, Anggota DPRD yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang NasDem Manggarai Barat.
Kesimpulan
Berdasarkan laporan berbasis fakta dan data tersebut, klaim Endi bahwa terdapat penggiringan opini tentang monopoli pengelolaan dapur MBG oleh partai tertentu keliru karena berseberangan dengan fakta.
Klaim tersebut juga bisa mengarah pada disinformasi, yaitu penyebaran informasi palsu secara sengaja untuk memanipulasi persepsi publik untuk tujuan tertentu, termasuk politik.
Editor: Anno Susabun


