Dengan tinggi 2.350 meter di atas permukaan laut, Anak Ranakah dikenal sebagai salah satu gunung api termuda di Indonesia dan bagian dari jalur gunung api Flores.
Tiga minggu setelah gempa Flores, warga Nanga Banda masih tinggal di antara puing rumah, membangun gubuk bambu, dan membeli air yang kebersihannya pun tidak mereka yakini.