Artikel-artikel yang ditulis oleh

Doroteus Hartono

198 Artikel

Dari Panggung Teater, Pelajar SMA di Manggarai Barat Menantang Janji Pembangunan yang Mengancam Ruang Hidup

Lewat “Tragedi Tanah Kita”, pelajar SMAN 2 Komodo menghidupkan kembali kecemasan warga terhadap tambang dan proyek geotermal: siapa menikmati pembangunan, dan siapa menanggung kehilangan tanah, air, serta budaya?

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPUD Manggarai Barat Naik ke Tahap Penyidikan

Sejumlah pejabat sudah diperiksa Kejaksaan, termasuk Ketua KPUD Ferdiano Sutarto Parman.

Sebulan Usai Menipu Turis Italia, Pelaku Wisata Itok Aman Masih Berkeliaran

Ia melakukan aksi serupa berulang kali. Dalam kasus sebelumnya, polisi membebaskannya setelah ia membayar uang korban.

Anak Ranakah Berstatus Waspada saat Flores Masih Diguncang Ribuan Gempa Susulan

Dengan tinggi 2.350 meter di atas permukaan laut, Anak Ranakah dikenal sebagai salah satu gunung api termuda di Indonesia dan bagian dari jalur gunung api Flores.

Kejaksaan Usut Dana Hibah Pilkada Rp28 Miliar untuk KPU Manggarai Barat

Ketua KPU dan sejumlah pejabat sudah dimintai keterangan.

Artikel Terbaru

Dari Panggung Teater, Pelajar SMA di Manggarai Barat Menantang Janji Pembangunan yang Mengancam Ruang Hidup

Lewat “Tragedi Tanah Kita”, pelajar SMAN 2 Komodo menghidupkan kembali kecemasan warga terhadap tambang dan proyek geotermal: siapa menikmati pembangunan, dan siapa menanggung kehilangan tanah, air, serta budaya?

Jurnalisme Tidak Memerlukan Restu Kuasa di Nangahale

Ketika rumah dirobohkan, warga dipidana, dan tanah masih disengketakan, pertanyaan jurnalistik bukan penghinaan terhadap Gereja. Ia adalah kewajiban memeriksa kuasa—termasuk kuasa yang berbicara atas nama iman.

Festival Bumi Sano Nggoang, Ikhtiar Warga Manggarai Barat Menjaga Pangan dan Tanah

Warga di sekitar Danau Sano Nggoang mengembangkan pangan lokal melalui pameran, budidaya sorgum, pelatihan pengolahan, dan koperasi produsen.

Imam Keuskupan Maumere Bicara di Mimbar Gereja Nangahale, Tuding Ada Upaya Mempermalukan Uskup

Imam tersebut menyerukan warga yang berkonflik dengan korporasi milik Keuskupan agar “kembali”, sembari menyerang pendamping warga dan mengaitkan sengketa agraria dengan kesetiaan umat kepada Gereja Katolik.