Artikel-artikel yang ditulis oleh

Anno Susabun

97 Artikel

Warga Poco Leok Berterima Kasih kepada Leluhur Usai Kalahkan Bupati dalam Gugatan di PTUN

Dari bekas kampung leluhur di Golo Mompong, mereka menggemakan seruan perlawanan terhadap eksploitasi alam dan manusia demi ambisi proyek geotermal

Kejari Manggarai Kalah Dua Kali dalam Upaya Memenjarakan Petani yang Dituding Merambah Hutan

Hakim Pengadilan Tinggi menolak banding, menyatakan langkah jaksa yang bertentangan dengan KUHAP menjadi preseden buruk hanya karena tidak puas tuntutannya tidak terbukti.

Puluhan Siswa SMA Katolik di Manggarai Barat Lolos SNBP, Kepala Sekolah; “Motivasi untuk Guru dan Semua Siswa”

Sebanyak 37 siswa SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng tembus kampus negeri ternama

HPI Manggarai Pertanyakan Pembatasan Kuota Masuk TN Komodo, Khawatir Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja Generasi Muda 

“Kalau Komodo yang jadi destinasi utama dibatasi tanpa penjelasan memadai, seluruh bentang pariwisata di Flores juga bisa kena dampak,” kata ketua HPI

Hakim Vonis Bebas Petani Manggarai Timur yang Dituding Merambah TWA Ruteng

Pemangku adat dan pengacara warga mendesak pemerintah segera menyelesaikan polemik tapal batas

Artikel Terbaru

Kontraktor Proyek Gedung Sekolah di Manggarai Timur Jadikan Sertifikat Tanah Jaminan Pelunasan Material, Wartawan Ikut Terlibat

Wartawan tersebut, yang nyambi sebagai kontraktor untuk pengerjaan sebagian bangunan, juga tak kunjung membayar upah kepala tukang

“Perampasan Tanah Adat Harus Dilawan”, Refleksi Nobar dan Diskusi Pesta Babi di Poco Leok

Diskusi film dokumenter ini diinisiasi warga adat usai ritual syukur atas kemenangan gugatan hukum melawan Bupati Nabit

Warga Poco Leok Berterima Kasih kepada Leluhur Usai Kalahkan Bupati dalam Gugatan di PTUN

Dari bekas kampung leluhur di Golo Mompong, mereka menggemakan seruan perlawanan terhadap eksploitasi alam dan manusia demi ambisi proyek geotermal

Membaca Bahasa Visual dan Simbol dalam “Pesta Babi” 

Alam Papua hadir bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan sebagai arena pertarungan antara wacana ekspansif negara dan resistensi warga