“Keresahan Erasmus Frans Mandato lahir dari akumulasi kemarahan melihat negara yang tak mampu menghadirkan keadilan di lorong-lorong warga,” tulis lembaga tersebut
Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan