Artikel-artikel yang ditulis oleh

Patrisius Eduardus Kurniawan Jenila

10 Artikel

Gereja dan Tantangan Reforma Agraria di Flores

Dapatkah Gereja Katolik menjadi garda depan dalam mendorong pelaksanaan reforma agraria, dan lebih jauh lagi, menginisiasinya dari dalam?

Persoalan Agraria yang Menjerat Perempuan NTT

Ancaman terhadap perempuan di NTT hari ini tidak lagi sebatas pada struktur patriarki, tetapi pada ekspansi kapital yang secara sistematis mengepung dan menguasai ruang hidup mereka

Pelajaran dari Banjir Bali untuk Labuan Bajo

Fenomena yang terjadi di Bali memberi sinyal tentang bahaya serupa yang akan terjadi di Labuan Bajo, destinasi wisata yang pada 2016 dimasukkan ke dalam daftar “10 Bali baru”

Kritik terhadap Kebijakan Publik, Mengapa Penting?

Jika pada rezim Orde Baru kritik distigma sebagai komunis, pada masa kini kritik sama artinya menolak pembangunan

Proyek Geotermal di Flores: Mengentaskan atau Mereproduksi Kemiskinan?

Narasi-narasi kapitalistik yang mereduksi makna tanah hanya dari segi ekonomi melanggengkan praktek perampasan yang disokong kekuasaan lewat ketentuan legal-formal

Artikel Terbaru

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang mengibas rambutnya, tipis dan lelah. Di bawah, kendaraan lalu-lalang tanpa peduli. Ia menatap kosong, seperti sedang menimbang sesuatu yang tak terlihat. “Yesus Kristus... bantu, bantu...!!!” teriak Tanta Meri dari kejauhan. Teriakan itu menunda kematian Nai siang itu. Ia tetap...

Bawa Jeriken Kosong ke Kantor DPRD dan Bupati Manggarai, Ibu-Ibu Tuntut Perbaikan Proyek Air Minum

Sambil membunyikan jeriken kosong saat unjuk rasa di Ruteng, para ibu dari Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat mengeluh karena kesulitan akses air bersih

Pemulangan Jenazah PMI Asal Malaka Lamban karena Kendala Biaya, Cermin “Lemahnya Tanggung Jawab Negara”

Data BP3MI mencatat 127 PMI asal NTT meninggal pada 2025 dan 44 kasus hingga April 2026, mayoritas nonprosedural, dengan pemulangan jenazah kerap terkendala biaya

Dijebak dengan Potongan Ikan dan Pipa Paralon, Modus Sindikat Internasional Perdagangan Komodo di Manggarai Timur

Sejak Januari 2025 hingga Februari 2026, 20 ekor komodo diperdagangkan