Artikel-artikel yang ditulis oleh

Patrisius Eduardus Kurniawan Jenila

11 Artikel

Mengapa Pergub NTT 13/2025 Harus Dievaluasi?

Kebijakan yang lahir tanpa riset bukan sekadar gagal, ia mengubah persoalan struktural menjadi drama di depan pompa bensin, sambil menyalahkan warga sebagai biang keladi rendahnya kepatuhan pajak.

Gereja dan Tantangan Reforma Agraria di Flores

Dapatkah Gereja Katolik menjadi garda depan dalam mendorong pelaksanaan reforma agraria, dan lebih jauh lagi, menginisiasinya dari dalam?

Persoalan Agraria yang Menjerat Perempuan NTT

Ancaman terhadap perempuan di NTT hari ini tidak lagi sebatas pada struktur patriarki, tetapi pada ekspansi kapital yang secara sistematis mengepung dan menguasai ruang hidup mereka

Pelajaran dari Banjir Bali untuk Labuan Bajo

Fenomena yang terjadi di Bali memberi sinyal tentang bahaya serupa yang akan terjadi di Labuan Bajo, destinasi wisata yang pada 2016 dimasukkan ke dalam daftar “10 Bali baru”

Kritik terhadap Kebijakan Publik, Mengapa Penting?

Jika pada rezim Orde Baru kritik distigma sebagai komunis, pada masa kini kritik sama artinya menolak pembangunan

Artikel Terbaru

Rocky Gerung, Filsafat, dan Kekuasaan

Oleh: Otto Gusti Madung Pada 2 Oktober 2026, Rocky Gerung yang dikenal sebagai intelektual publik dan aktivis masyarakat sipil dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai anggota Dewan Penasihat Presiden. Peristiwa ini telah memicu kontroversi dan perdebatan di ruang publik. Selama ini publik mengenal Rocky sebagai figur yang kritis terhadap kekuasaan....

Menjaga Floresa dan Media Alternatif Lainnya Terus Bertahan

Di tengah kuasa yang ingin menentukan cerita dan modal yang dapat membeli perhatian, media alternatif berusaha memastikan mereka yang disingkirkan tetap punya tempat untuk bersuara. Jika Floresa dan media sejenis padam, bukan hanya redaksi yang hilang—warga kehilangan ruang untuk bersuara, kekuasaan kehilangan pengawas, dan ketidakadilan semakin leluasa bekerja.

Masalah Pariwisata Kian Menumpuk, Apa Gunanya Banyak Lembaga di Labuan Bajo?

Setengah juta wisatawan datang, tetapi penerimaan daerah masih terbatas, kecelakaan kapal berulang, penipuan mencoreng reputasi, dan warga kehilangan akses ke ruang hidupnya. Labuan Bajo tidak kekurangan lembaga. Yang langka adalah kendali, keberpihakan, dan pertanggungjawaban.

Sebelum Fajar, Warga Elar di Manggarai Timur Berburu Air dari Sumur Dangkal

Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.