Artikel-artikel yang ditulis oleh

Arsenius Agung Boli Ama

45 Artikel

Pencuri Emas di Larantuka Divonis 8 Bulan Penjara, Gadai Barang Curian ke Pegadaian Dinilai Sah

Dalam keterangan di persidangan, terdakwa mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan dan juga karena kesal dengan suami korban yang pernah mengajak bersetubuh dengan imbalan memberikan emas

Lebih dari Sebulan Dilaporkan, Polisi Belum Juga Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan Belasan Remaja Pria di Adonara

Sementara proses hukum berjalan lambat, ada korban yang mengalami perundungan di sekolah, termasuk oleh guru

Pengadilan Negeri Larantuka Vonis 11 Tahun Penjara Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak, Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Dua di antara majelis hakim tidak sepakat dengan dakwaan dan tuntutan jaksa yang mengkualifikasikan perbuatan terdakwa sebagai delik pencabulan, menggantikannya dengan delik pemerkosaan

Khawatir Ritual Ahar Terancam, Alasan Perempuan Lembata Menentang Proyek Geotermal

Ritual inisiasi bagi perempuan itu amat bergantung pada sumber air panas yang berpotensi terdampak proyek geotermal

Sampan Dihantam Gelombang Tinggi dan Arus Kuat, Dua Nelayan di Flores Timur Tewas saat Mancing 

Satu warga lainnya selamat usai dibantu warga setempat

Artikel Terbaru

Fouché di Trunojoyo

Alat sadap yang seharusnya melindungi negara berbalik mengintai kepala negara. Persoalannya bukan hanya siapa menyadap siapa, tapi siapa mengawasi merekayang memegang kunci.

Jalan Raya Bukan Halaman Rumah Ibadah

Jangan menyebutnya toleransi jika sebagian warga harus kehilangan hak agar sebagian lainnya dapat merayakan iman. Di jalan raya, kesalehan bukan alasan untuk mendominasi.

Dilaporkan Sembilan Bulan Lalu, Warga di Manggarai Tagih Keseriusan Jaksa Usut Dugaan Korupsi Kepala Desa

Kunjungan pelapor ke Kantor Kejari Manggarai pada 6 November merupakan yang keempat kali, membawa serta laporan terbaru soal dugaan penyelewengan dana Tahun Anggaran 2026.

Seorang Muslim Melihat Konflik Nangahale

Pengalaman sebagai Muslim di Flores mengajari saya bahwa solidaritas tidak memerlukan paspor agama. Nangahale menguji pelajaran itu: beranikah kita menggugat kuasa institusi keagamaan tanpa menjadikan perbedaan iman sebagai alasan untuk diam?