BerandaGALERIDi ‘Jantung’ Wisata Super...

Di ‘Jantung’ Wisata Super Premium Labuan Bajo, Warga Berjuang Sendiri Bangun Gedung Sekolah Negeri

Bahu membahu, warga Desa Komodo mengumpulkan dana, menyumbang tenaga mendirikan banguan untuk satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah mereka.

. – Warga di Pulau Komodo, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur [NTT] membangun gedung Sekolah Menengah Kejuruan [SMK] Negeri dengan swadaya.

Mereka menggunakan material bambu dan lantai semen, dari dana yang dikumpulkan secara sukarela, bantuan beberapa pihak lain dan material sisa pembangunan masjid.

Sekolah tersebut, SMK Negeri Restorasi Pulau Komodo, memang tidak memiliki gedung sendiri sejak diresmikan Pemerintah Provinsi NTT pada 2022. 

Hal ini membuat kegiatan aktivitas sekolah selama ini dilakukan pada siang hari, dengan menumpang di SMP Komodo, kata Mu'ammar Qadri, pimpinan sekolah tersebut.

Kinan, salah seorang warga desa dengan jumlah penduduk 1.846 jiwa itu menyebut hal ini sebagai ironi karena pemerintah “hanya mengambil keuntungan dari Pulau Komodo” yang saban tahun dikunjungi ratusan ribu turis. Warga, di sisi lain, kata dia, tidak dipedulikan, termasuk untuk mendapat infrastruktur penting seperti sekolah.

Pulau itu merupakan habitat utama Komodo, satwa langka yang menjadi daya tarik pariwisata Labuan Bajo, destinasi yang disebut super premium.

Berikut adalah beberapa foto yang dikirimkan warga kepada Floresa terkait aktivitas proyek pembangunan gedung sekolah itu.

Dua orang warga sedang mengencangkan sambungan bambu di bagian atap bangunan SMK Negeri Restorasi Pulau Komodo.(Dokumentasi warga Desa Komodo)
Para didik SMK Negeri Restorasi Pulau Komodo berbaris di halaman sekolah sebelum masuk ke ruang kelas di SMP Negeri 4 Pulau Komodo, tempat mereka selama ini menumpang karena belum memiliki gedung sendiri. Dengan tiga jurusan – Usaha Perjalanan , Perhotelan, dan Tata Boga – SMK itu memiliki 101 . (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Para siswa sedang mengikuti pelajaran di ruang kelas SMP Negeri Komodo. (Dokumentasi SMK Negeri Restorasi)
Warga Pulau Komodo sedang gotong royong mengerjakan bangunan SMK Negeri Restorasi, memanfaatkan bahan dari bambu. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Laki-laki dan perempuan bahu-membahu membersihkan lahan dan menggali beberapa bagian menjadi datar untuk fondasi bangunan gedung sekolah. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Lokasi gedung berada di atas lahan milik sekolah seluas tiga hektare, di sebuah tanah lapang sebelah utara , tepat di sisi timur gedung Puskesmas. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Seorang pemuda menggunakan gerobak mengangkut material pasir dan batu dari perahu menuju lokasi pembangunan gedung sekolah. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Seorang warga sedang merapikan potongan bambu untuk rangka bangunan gedung. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Para siswa yang mengenakan pakaian seragam sekolah sedang membersihkan lahan untuk lokasi pembangunan gedung. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Para siswa perempuan dan kaum ibu-ibu turut aktif membantu pengerjaan dengan mengangkat material yang diangkut dari Labuan Bajo menggunakan perahu. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Para siswi dan kaum ibu-ibu turut aktif membantu pengerjaan dengan mengangkat material yang diangkut dari Labuan Bajo menggunakan perahu. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Seorang siswi SMK sedang mengambil material dari perahu untuk dibawa ke lokasi pembangunan gedung. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Seorang bapak sedang mengambil bambu, yang jadi material utama bangunan. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Karena kekurangan dana dan ketiadaan dari pemerintah, rencana pembangunan tiga ruang kelas, satu ruangan guru dan ruangan kepala sekolah, laboratorium praktik, serta toilet untuk guru dan siswa tidak tercapai. Warga hanya akan membangun tiga ruang kelas dan satu ruang guru dan kepala sekolah. (Dokumentasi warga Desa Komodo)
Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka [Paskibraka] SMK Negeri Restorasi Komodo berfoto bersama Kepala Sekolah Mu'ammar Qadri, Kepala Desa Komodo H. Aksan, Bhabinkamtibmas Desa Komodo Bripka Anhar, dan beberapa guru usai upacara bendera pada Peringatan ke-77 tahun 2022. (Dokumentasi SMK Negeri Restorasi)

PUBLIKASI TERKINI