Artikel-artikel yang ditulis oleh

Vansianus Masir

17 Artikel

Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Kasus Andrie Yunus, dan Matinya Sosio-Demokrasi

Paradoks pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kasus penyerangan Andrie Yunus menjadi cermin matinya sosio-demokrasi yang seharusnya menjadi roh perjuangan kaum Marhaenis

Kaderisasi Ideologis Harus Terus Berlanjut agar GMNI Tak Mengalami Involusi

Sangat berbahaya jika GMNI hanya bertambah usia, tetapi tidak berkembang, apalagi mengalami stagnasi atau bahkan kemunduran

Kolonialisme Pendidikan dalam Tragedi Kematian Siswa di Ngada

Pendidikan harus menjadi tempat yang menjamin bahwa setiap anak, apa pun latar belakangnya, tetap memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar dan hidup dengan pantas

Pilkada Melalui DPRD Mencederai Prinsip Republikanisme

Pilkada tidak langsung mengabaikan prinsip dasar republikanisme yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi

Ruang Jeda dan ‘Pulang,’ Natal dan Tahun Baru Warga Manggarai di Yogyakarta

Digelar oleh IKAMAYA, acara pada 4 Januari itu dihadiri hampir 500 warga Manggarai yang bekerja dan studi di Yogyakarta

Artikel Terbaru

Kopi Manggarai: Dirayakan di Festival, Dibiarkan Mati di Kebun

Kita lebih sibuk merancang kemasan, membangun branding, dan menggelar festival — sementara di kebun yang menghasilkan semua itu, petaninya masih bertanya-tanya mengapa tanamannya tak lagi produktif.

HGU Bermasalah, Warga Dipidana: DPR RI Desak Hentikan Kriminalisasi dalam Konflik Agraria Nangahale

Selesaikan dulu akar masalahnya, kata Komisi III dalam rapat bersama KPA dan Polda NTT.

Mempertahankan Independensi di Tengah Tekanan

Pesan itu datang tiba-tiba ke ponsel salah satu jurnalis Floresa—mengatasnamakan institusi keamanan, menyertakan data pribadi, dan menuntut agar sejumlah konten dihapus. Ancaman itu ditutup dengan kalimat “proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya” jika permintaan tak ditaati.

“Ijazah Bukan Segalanya”: Dosen di Kupang Tantang Mahasiswa Bongkar Cara Belajar yang Eksklusif

“Pengetahuan yang sejati tidak lahir dari lembar ijazah atau transkrip nilai, melainkan dari dialog, pengalaman, dan kebiasaan berpikir reflektif,” katanya