Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ryan Dagur

34 Artikel

Alasan Kami Mendedikasikan Penghargaan untuk Warga Tonggurambang

ARMA 2026 bukan hanya pengakuan atas kerja redaksi, tetapi juga pengingat bahwa suara warga Tonggurambang harus terus dibawa ke ruang publik. Dari pengalaman mereka, kami belajar bahwa mengabaikan isu ruang hidup warga adalah kegagalan besar jurnalisme.

Nangahale dan Gereja yang Membiarkan Luka Umatnya

Di pinggir Jalan Trans Flores, warga yang rumahnya diratakan perusahaan milik Gereja menyalakan pelita dan berdoa Rosario. Dari rumah-rumah bambu tanpa listrik, mereka menagih kasih yang terus dikhotbahkan, tetapi absen ketika tanah mereka diperebutkan, martabat mereka diinjak, dan hidup mereka diseret ke meja hijau.

Musik Lokal Melawan Nasib Jadi Ornamen Wisata

Di panggung Pesta Kampung, musik dan layar protes bertemu: Labuan Bajo maju sebagai kota wisata, tetapi warga, air, lingkungan, dan suara lokal masih terus terdorong ke pinggir.

Jurnalisme di Tengah Gempa Flores

Saat warga terdampak menunggu bantuan, kami berhadapan dengan pertanyaan: untuk apa informasi tentang penderitaan jika ia tidak membuka jalan bagi pertolongan?

Perpanjang Tanggap Darurat, Perpendek Derita Warga Flores

Langkah pemerintah menambah durasi masa tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026 adalah keputusan tepat. Namun kebijakan itu baru berarti jika segera diterjemahkan menjadi distribusi bantuan yang merata, pendataan yang hidup, dan perlindungan nyata bagi warga di kampung-kampung terpencar.

Artikel Terbaru

Alasan Kami Mendedikasikan Penghargaan untuk Warga Tonggurambang

ARMA 2026 bukan hanya pengakuan atas kerja redaksi, tetapi juga pengingat bahwa suara warga Tonggurambang harus terus dibawa ke ruang publik. Dari pengalaman mereka, kami belajar bahwa mengabaikan isu ruang hidup warga adalah kegagalan besar jurnalisme.

Liputan Floresa terkait Ekspansi Markas Militer di Flores Raih Penghargaan Jurnalistik Nasional

Liputan tersebut mengangkat sengketa lahan warga yang terancam proyek pembangunan berbagai fasilitas TNI Angkatan Darat di Nagekeo.

Nangahale dan Gereja yang Membiarkan Luka Umatnya

Di pinggir Jalan Trans Flores, warga yang rumahnya diratakan perusahaan milik Gereja menyalakan pelita dan berdoa Rosario. Dari rumah-rumah bambu tanpa listrik, mereka menagih kasih yang terus dikhotbahkan, tetapi absen ketika tanah mereka diperebutkan, martabat mereka diinjak, dan hidup mereka diseret ke meja hijau.

Putuskan Mutasi Anak ke Sekolah Lain, Orang Tua di Manggarai Trauma Usai Bentrokan Antarkampung

Sambil menunggu keputusan Dinas PPO, guru menggelar kelas darurat di rumah adat.