Pekerjaan seseorang tidak pernah menentukan apakah ia layak diperlakukan sebagai manusia. Eksploitasi tetaplah eksploitasi—apa pun seragam yang dikenakan korbannya.
Ketika Uskup Maksimus Regus menyatakan bahwa "pariwisata boleh berkembang, tetapi ciptaan tidak boleh rusak," ia kiranya sedang meletakkan syarat moral yang tidak bisa ditawar: pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan integritas ekologis yang menjadi fondasi kehidupan bersama
Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, membeberkan empat alasan mengapa militerisasi Flores tidak dapat dibenarkan — dari absennya justifikasi yang jelas hingga ancaman terhadap tanah dan demokrasi. "Apa alasannya? Saya tidak melihat alasan yang cukup untuk menghadirkan kekuatan militer sebesar itu," tegasnya.
“Kalau kita rindu pemerintah menjawab semua kebutuhan, sabar dulu. Tapi [perusahaan] ini yang sudah membantu kita, mengintervensi kebutuhan warga,” kata camat tersebut.
Manajemen menyebut sistem penalti sebagai pembinaan disiplin dan menyatakan siswa PKL tetap mendapat libur mingguan. Sejumlah klaim ini bertentangan dengan kesaksian langsung siswa PKL yang diperoleh Floresa dalam liputan