Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ryan Dagur

24 Artikel

Kami Meliput Perjalanan Kasus Yohanes Flori. Rupanya Kami Satu-satunya

Catatan redaksi tentang satu kasus yang hampir tak terdengar - dan tentang mengapa kami memilih mengawalnya sejak penangkapan hingga vonis bebas

Menafsir Pesan Surat Gembala Prapaskah-Paskah Uskup Labuan Bajo

Ketika Uskup Maksimus Regus menyatakan bahwa "pariwisata boleh berkembang, tetapi ciptaan tidak boleh rusak," ia kiranya sedang meletakkan syarat moral yang tidak bisa ditawar: pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan integritas ekologis yang menjadi fondasi kehidupan bersama

Setelah Buron Kasus Pemerkosaan Anak itu Akhirnya Ditindak

Dalam menulis kasus kekerasan seksual, juga kasus-kasus lain yang terkait kelompok rentan, kami menegaskan sikap untuk berpihak pada korban

Bagaimana Kami Menulis Kasus Pemerkosaan di Flores Timur oleh Tersangka yang Sudah Jadi Anggota TNI?

Kami berharap perhatian media pada kasus kekerasan seksual bisa membuat lebih banyak korban berani bersuara

Bahaya Niat Forkopimda Plus Manggarai Barat ‘Membunuh Pers’ 

Biarkan pers bekerja sesuai fungsinya, gunakan mekanisme yang tersedia jika kesal pada media dan jurnalis

Artikel Terbaru

Mahasiswa NTT Tuntut Jaksa Cabut Kasasi atas Vonis Bebas Erasmus Frans Mandato

Mereka mempertanyakan ketidaksinkronan kronologi antara Kejari Rote Ndao dan Kejati NTT. Sementara Kepala Kejari dirotasi ke Cilegon, Provinsi Banten

Buruh Migran NTT: Cermin Palsu Keadilan di Hari Buruh

Selama buruh paling rentan—yang berangkat dari Maumere dengan segunung utang dan segenggam harapan—tak pernah menjadi subjek perayaan, maka Hari Buruh hanya memantulkan cermin palsu keadilan

Perempuan Pesisir Maumere: Ketika Mangrove Hilang, Merekalah yang Pertama Menanggung Dampak

Ketika mangrove hilang, perempuan kehilangan dapur yang kering, penghasilan yang pasti, dan pelindung terakhir dari banjir rob

Dua Hari, Satu Luka: Pendidikan dan Buruh dalam Janji yang Tak Selesai

Sekolah melahirkan harapan, dunia kerja menguburnya — dan negara masih sibuk dengan seremoni