Mahasiswa asal Manggarai Barat yang berbasis di Kupang, Nusa Tenggara Timur, secara resmi mengukuhkan badan pengurus terbaru, bagian dari upaya kolektif memperkuat solidaritas dan membina sikap kritis dalam melihat isu-isu sosial di wilayah itu.
Sebanyak 40 mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) dilantik di Hotel Wilma, Penfui Timur pada 21 Desember, di bawah kepemimpinan Ketua Umum terpilih, Gregorius Jehandu.
Acara pelantikan mengusung tema “Memperkuat Pergerakan PERMMABAR: Membangun Solidaritas dan Kepemimpinan di Tengah Dinamika Sosial Politik”.
Dalam sambutannya, Gregorius menyatakan pengukuhan menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebagai wadah untuk memperkuat peran intelektual, sosial dan advokasi di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang di NTT, terutama di Kabupaten Manggarai Barat.
“Organisasi ini lahir dari semangat kolektif mahasiswa Manggarai Barat untuk menjaga identitas, mempererat persaudaraan serta mengambil bagian aktif dalam perjuangan sosial dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia berkata pengukuhan kepengurusan baru ini merupakan bagian dari proses regenerasi sekaligus upaya menyegarkan arah gerak organisasi agar tetap relevan terhadap perkembangan zaman.
“Jadikan organisasi ini sebagai suara nurani rakyat dan pelita di tengah ketidakadilan. Perjuangan memang berat, namun perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kaum muda,” katanya.
Yang paling utama, kata dia, penguatan solidaritas internal, kaderisasi berkelanjutan, serta keberanian mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap persoalan sosial dan politik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan berani menyuarakan keadilan,” katanya.
Sementara Antonius Ali, penasihat organisasi itu menyatakan mahasiswa yang idealis adalah mahasiswa yang mampu melihat suatu masalah dari semua sudut pandang atau perspektif.
“Banyak orang di luar sana, khususnya Manggarai, yang pintar, namun tidak semua memiliki jiwa pejuang,” katanya.
Anton berkata kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan keberanian moral dan kepekaan sosial agar mahasiswa tidak sekadar menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan.
Ia berharap pengukuhan pengurus baru tersebut dapat membawa PERMMABAR menjadi wadah yang lebih kuat bagi perjuangan mahasiswa.
PERMMABAR dibentuk pada 1 Juni 2018. Anggotanya kini berjumlah 100 orang yang merupakan para mahasiswa di berbagai kampus di Kupang.
Editor: Anno Susabun





