Floresa.co – Literasi dan numerasi turut menopang pelajar, kelak, berdaya tahan di tengah-tengah masyarakat yang terus berubah.
Keyakinan itu pula yang berusaha dirawat para pendidik di SMP Negeri 46 Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Sejak bermula pada September silam, pentas seni rutin digelar setiap Sabtu di sekolah di pesisir Sikka itu.
Pentas yang diikuti pelajar dari semua tingkatan di SMP itu, termasuk pertunjukan lakon, menyanyi lagu daerah, menari tradisional dan modern, berpuisi, bermonolog, mendongeng dan stand up komedi.
Maria Hastuty Lisnawati, Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Nangahale mengatakan pementasan digelar untuk mendorong kemampuan literasi dan numerasi siswa yang mengejawantah lewat “proses berpikir kritis, kreatif, mandiri dan menghargai kebhinekaan.”
Lewat pelbagai pementasan seni itu, kata Astuti, sapaannya, “setidak-tidaknya siswa dapat berani dan percaya diri tampil di depan umum.”
Dalam setiap pementasan seni, para guru “mendorong siswa menampilkan muatan lokal” yang salah satunya berupa adaptasi folklor.
Regina Edita, guru wali kelas VIII di sekolah itu mengatakan “anak-anak kini lebih sering membuka ponsel dan bermain media sosial ketimbang membaca cerita rakyat,” perubahan yang menurutnya perlu dijawab lewat format dan medium baru folklor.
Itulah mengapa, kata Eldi sapaannya, “kami turut memotivasi siswa menampilkan folklor lewat pembabakan drama.”
Selain soal pementasannya, ia juga melihat siswa lebih percaya diri mengajukan rencana pementasan kepada wali kelas, termasuk dirinya.
Ia mencatat para siswa “terus terlihat mengasah kemampuan public speaking, dan itu baik bagi mereka pada masa mendatang.”
Lebih dari setahun mendampingi para siswa mempersiapkan pementasan seni, Eldi menilai “mereka sudah tak lagi malu-malu berdiri di depan banyak orang.”
Baik Astuti maupun Eldi percaya, kemampuan yang terus terasah di luar kelas formal akan membentuk siswa menjadi pribadi yang terus berkembang.
Salah satu penopang pengembangan diri itu, katanya, “bermula dari hasil mereka berlatih di sekolah ini dan itu sudah cukup membuat kami bahagia.”
Jefrianus Trisno, ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah [OSIS] SMP Negeri 46 Nangahale mengaku “senang karena ada pementasan seni setiap seminggu sekali.”
Tak hanya sebagai penonton, Trisno yang kini duduk di kelas IX juga beberapa kali terlibat sebagai pelakon drama dan orator.
Tak ubahnya harapan para guru, ia terus memotivasi teman-temannya supaya menjadi pribadi yang lebih kreatif dan berani di depan umum.
Kelak, katanya, “kami membutuhkan kemampuan itu, di manapun kami akan bekerja.”
Literasi dan numerasi merupakan kemampuan seseorang menggunakan penalaran dalam memahami bahasa matematika, untuk kemudian mengungkapkannya kembali secara tertulis atau berbicara.
Sejumlah kajian menemukan kemampuan literasi dan numerasi seseorang dapat membantunya menganalisis dan menyelesaikan masalah serta berfokus pada tujuan tanpa menanggalkan kepekaan sosial.
Editor: Anastasia Ika