STIE Karya Ruteng Gelar Olimpiade, Dorong Minat Pelajar Dalami Ilmu Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen

Peserta mengaku mendapat ilmu baru dan berharap kegiatan serupa dapat digelar setiap tahun

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng, kampus yang berlokasi di ibukota Kabupaten Manggarai, NTT menginisiasi Olimpiade Ekonomi bagi peserta didik dari sejumlah sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Oktober itu mengusung tema “Akuntan Hebat, Manajemen Cerdas, Ekonomi Unggul.”

Sebanyak 12 peserta dari enam sekolah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur mengambil bagian dalam ajang ini. 

Empat sekolah berasal dari Kabupaten Manggarai, yakni SMAK St. Fransiskus Ruteng, SMAN 1 Langke Rembong, SMK Karya Ruteng, SMA Karya Ruteng dan SMA Stefanus Ketang. Satu lainnya dari Manggarai Timur, yaitu SMA Stefanus Mukun.

Perlombaan terdiri atas dua babak, yakni babak penyisihan dengan topik ekonomi mikro dan makro dan babak final yang berfokus pada akuntansi dan manajemen.

Ketua pelaksana kegiatan Yosefa Maria Juita Hale berkata ini merupakan ajang pertama Olimpiade Ekonomi ini di kampus tersebut.

“Kegiatan ini kami adakan dalam rangka menyongsong Dies Natalis STIE Karya ke-11 dan bertepatan dengan Festival Kewirausahaan II,” katanya kepada Floresa.

“Tujuan utamanya untuk membangun karakter siswa dan mempersiapkan mereka agar bisa bersaing, terutama dalam bidang ekonomi,” tambah Yosefa yang juga dosen Akuntansi di kampus itu.

Ia berkata, dalam dua babak perlombaan sistemnya menerapkan penilaian objektif dengan 100 soal pilihan ganda.

“Harapan kami, peserta bisa memahami topik-topik ekonomi secara lebih mendalam dan kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan setiap tahun dengan peserta dari lebih banyak kabupaten,” katanya.

Ketua Panitia Yohanes Mario Vianey atau akrab disapa Arif Laga mengatakan kegiatan ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana minat pelajar terhadap bidang ekonomi, khususnya ekonomi mikro, makro, akuntansi dan manajemen.

“Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh STIE Karya dan Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya. Kami tidak mendapat dukungan dari pihak luar,” katanya.

Arif berkata, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat minat masyarakat dan pelajar terhadap dunia ekonomi.

“Dampaknya nanti mereka bisa menjadi kontributor bagi pembangunan di Kabupaten Manggarai. Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak sekolah,” katanya.

Berdasarkan hasil penilaian dalam babak final, juara satu olimpiade ini adalah Kristin N. A. Mantut dari SMAN 1 Langke Rembong, juara dua Yosefina F. G. Banggur dari SMAK St. Fransiskus Ruteng, juara tiga I Made B. U. Putra dari SMAN 1 Langke Rembong dan juara 4  Maria Y. C. Ralim dari SMK Karya Ruteng.

Hadiah bagi para pemenang akan diserahkan pada acara penutupan Festival Kewirausahaan II STIE Karya Ruteng pada 25 Oktober. Acara akan digelar di halaman kampus itu.

Peserta Harap Ajang Ini Digelar Rutin

Yosefina F. G. Banggur dari SMAK St. Fransiskus Ruteng mengaku lega sekaligus senang bisa mengikuti ajang ini.

“Setelah belajar beberapa hari, akhirnya perjuangan saya selesai. Saya senang bisa berpartisipasi dalam lomba yang memberikan pengalaman berharga,” katanya.

Ia berkata, kegiatan ini menambah wawasannya soal ekonomi, akuntansi dan manajemen.

“Di SMA Fransiskus saat ini belum ada pelajaran tentang manajemen, jadi materi lomba ini bisa jadi bekal untuk kuliah dan pekerjaan nanti,” katanya.

Sebelum mengikuti lomba, ia mengaku mengira ekonomi hanya berkaitan dengan uang dan hitungan sederhana. 

Namun, kata dia, melalui kegiatan ini ia belajar bahwa ekonomi juga membahas tentang organisasi dan interaksi antarperusahaan.

“Semoga tahun depan lebih banyak sekolah yang ikut karena lomba ini sangat bagus dan bermanfaat,” katanya.

I Made B. U. Putra dari SMAN 1 Langke Rembong berkata “saya senang dengan Olimpiade Ekonomi ini apalagi sejak babak penyisihan kami belajar tentang ekonomi mikro dan makro.”

“Dari situ saya bisa lanjut ke babak semifinal dan meraih juara,” katanya.

Made berkata, pada babak semifinal para peserta membahas akuntansi dan manajemen dasar yang belum banyak dipelajari di sekolah.

“Saya dapat ilmu baru karena di sekolah kami belum diajarkan secara mendalam tentang ekonomi mikro dan makro. Jadi, pas kuliah nanti saya sudah punya dasar yang kuat,” katanya.

Kegiatan ini, kata dia, membuatnya semakin tertarik mempelajari ekonomi dan menyadari bahwa bidang tersebut sangat menyenangkan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut setiap tahun.

“Kampus STIE Karya sudah memberikan dampak positif lewat lomba ini. Semoga tahun depan pesertanya lebih banyak lagi,” katanya.

Editor: Ryan Dagur

Artikel ini terbit di halaman khusus KoLiterAksi. Jika Anda adalah pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pemerhati pendidikan ataupun masyarakat umum dan tertarik menulis di sini, silahkan kirimi kami artikel. Ketentuannya bisa dicek dengan klik di sini!

Silahkan gabung juga di Grup WhatsApp KoLiterAksi, tempat kami berbagi informasi-informasi terbaru. Kawan-kawan bisa langsung klik di sini.

Artikel Terbaru

Banyak Dibaca

Baca Juga Artikel Lainnya