Kolaborasi Floresa dengan organisasi masyarakat sipil dan komunitas warga

Kelas Pendidikan Kritis Kaum Muda NTT

Ruang belajar bersama untuk memahami, menganalisis, dan merespons berbagai masalah sosial di Nusa Tenggara Timur

Seri Pertama:

Keadilan Agraria, Masyarakat Adat dan Krisis Lingkungan di NTT

Penguatan kapasitas dan kesadaran kritis kaum muda NTT terhadap persoalan struktural yang memengaruhi ruang hidup masyarakat, khususnya konflik agraria, pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, serta dampak krisis lingkungan yang semakin kompleks.

Tanah dirampas. Laut terancam. Kampung berubah.

Masa depan NTT sedang dipertaruhkan.

Ini bukan sekadar isu, ini tentang hidup kita sendiri.

Kebijakan hari ini menentukan ruang hidup generasi kita esok hari.

Belajar membaca realitas, bukan sekadar menerima.

Pahami siapa diuntungkan, siapa disisihkan, dan mengapa semua itu terjadi.

Bersuara dengan pengetahuan, bergerak dengan kesadaran.

Asah kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, dan membangun narasi tandingan.

Bertemu. Bertukar. Bergerak bersama.

Ruang belajar kolektif bersama kaum muda dan komunitas terdampak.

Apa saja yang Didapatkan?

  • Workshop penguatan pemahaman kritis tentang krisis agraria, masyarakat adat dan persoalan lingkungan di NTT
  • Diskusi langsung dengan organisasi advokasi dan komunitas terdampak
  • Pelatihan menulis kritis dan peluang mendapat beasiswa penulisan yang dimentori editor Floresa
  • Jejaring kaum muda lintas wilayah di NTT

Peserta:

  • Kaum muda NTT (mahasiswa, aktivis, pegiat kampung maupun komunitas)
  • Berusia antara 18-35 tahun
  • Berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan
  • Target 50 orang. Keberagaman gender dan wilayah menjadi bahan pertimbangan seleksi.

Workshop

Terdiri dari enam sesi workshop daring, dengan narasumber dari lembaga advokasi, akademisi, jurnalis dan komunitas warga

5 Mei

Pendidikan Kritis dan Realitas NTT

Floresa

6 Mei

Transisi Energi dan Krisis Lingkungan

JATAM dan Walhi NTT

7 Mei

Krisis Agraria dan Tekanan terhadap Masyarakat Adat

KPA dan AMAN

8 Mei

Cerita dari Komunitas Warga

Perwakilan komunitas: Ata Modo (Pulau Komodo), Nangahale (Sikka), Atakore (Lembata), Mutis (Timor)

10 Mei

Merumuskan Aksi: Advokasi dan Gerakan Komunitas

JPIC-OFM, Rumah Baca Aksara dan Hanaf Perempuan Flobamoratas

11 Mei

Produksi Narasi: Menulis Kritis dan Analitik

Floresa

Linimasa

24-30 April

Pendaftaran terbuka

2 Mei

Pengumuman peserta terplih

4 Mei

Rapat perdana dengan peserta terpilih

5-11 Mei

Sesi workshop

12-19 Mei

Penulisan usulan penulisan artikel

22 Mei

Pengumuman 10 proposal terpilih

22 Mei-22 Juni

Penulisan artikel dan mentoring

Akhir Juni-Juli

Publikasi artikel

Mengapa Bergabung?

Karena krisis lingkungan bukan soal alam semata, tetapi soal keadilan. Karena kaum muda bukan penonton, melainkan subjek perubahan. Belajar. Bersua. Bersikap. Bertindak.

Daftarkan dirimu sekarang

Pendaftaran berlangsung pada 24-30 April 2026

Kontak Panitia

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan kontak panitia:

  • Anno Susabun (081236936211)
  • Adriani Miming (081339815619)
  • Elsa Lehot (082146725440)
  • Anno Hartono (081234398115)
  • Dominiko Djaga (082150882988)
  • Elkelvin Wuran (082340670326)