Tingkatkan Keterampilan Teknis, Peserta Didik SMK Negeri 1 Rahong Utara Belajar dari Kebun Kelompok Tani 

Kami ingin agar peserta didik tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terjun melihat praktik terbaik dari para petani, kata kepala sekolah

Peserta didik SMK Negeri 1 Rahong Utara, Kabupaten Manggarai mengunjungi kebun milik TNI untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam pengembangan sektor pertanian.

Kunjungan ke Kelompok Tani Wirasakti Kodim 1612 Manggarai pada 15 September itu dilakukan oleh peserta didik kelas XI Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

Ketua Jurusan ATPH, Makarius Gasman berkata kegiatan itu merupakan bentuk penguatan pembelajaran berbasis link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha. 

Kegiatan itu, kata dia, menjadi kesempatan bagi para peserta didik untuk memperoleh pengalaman langsung dari kelompok tani sekaligus membuka jalan kolaborasi strategis dalam bidang pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Kelompok Tani Wirasakti mengajak para peserta didik menyaksikan berbagai praktik budidaya tanaman, pengelolaan lahan hingga sistem kerja sama yang mereka kembangkan selama ini. 

“Melalui kegiatan ini, para peserta didik dapat memahami lebih dalam bagaimana teori yang mereka pelajari di sekolah benar-benar diterapkan di lapangan,” katanya.

Makarius berkata, Kelompok Tani Wirasakti mengembangkan usaha pertanian di atas lahan seluas dua hektare dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti tomat, cabe, sawi, brokoli, buncis, kastela, sukini dan daun bawang.

Pupuk yang digunakan adalah organik dan kimia, sementara penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore.

“Dalam satu tahun, mereka menggelar tiga kali panen, tergantung umur dan jenis tanaman. Hasil panen dijual kepada tengkulak, pengunjung dan langsung ke pasar,” katanya.

Setelah panen, kata Makarius, ada masa istirahat sekitar satu hingga dua minggu untuk menghilangkan gas-gas beracun di dalam tanah sehingga tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Ia juga menyebut kelompok tani tersebut ditunjang oleh fasilitas pengolahan tanah yang memadai seperti traktor dan kultivator.

Kultivator adalah alat pertanian modern untuk mengolah tanah, membasmi gulma, membuat bedengan dan meningkatkan kesuburan tanah.

Kepala SMK Negeri 1 Rahong Utara, Yohanes Taji berkata, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menjalin kolaborasi antara sekolah dengan kelompok tani. 

“Kami ingin agar peserta didik tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk melihat praktik terbaik dari para petani,” katanya.

“Dengan pengalaman ini, mereka akan lebih siap menjadi generasi muda yang tangguh, kreatif dan mampu membangun pertanian Manggarai di masa depan,” tambahnya.

Makarius Gasman berkata, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah konkret dalam mendekatkan peserta didik dengan dunia kerja nyata. 

“Kunjungan ini sangat bermanfaat karena peserta didik bisa belajar langsung bagaimana kelompok tani bekerja, mengelola usaha dan mengatasi tantangan di lapangan. Apa yang dipelajari di sekolah akan semakin bermakna jika dipadukan dengan pengalaman nyata seperti ini,” katanya. 

“Kami berkomitmen terus mendorong peserta didik untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi pertanian di Rahong Utara,” tambahnya.

Editor: Herry Kabut

Artikel ini terbit di halaman khusus KoLiterAksi. Jika Anda adalah pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pemerhati pendidikan ataupun masyarakat umum dan tertarik menulis di sini, silahkan kirimi kami artikel. Ketentuannya bisa dicek dengan klik di sini!

Silahkan gabung juga di Grup WhatsApp KoLiterAksi, tempat kami berbagi informasi-informasi terbaru. Kawan-kawan bisa langsung klik di sini.

Artikel Terbaru

Banyak Dibaca

Baca Juga Artikel Lainnya