Puluhan Siswa SMA Katolik di Manggarai Barat Lolos SNBP, Kepala Sekolah; “Motivasi untuk Guru dan Semua Siswa”

Sebanyak 37 siswa SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng tembus kampus negeri ternama

Floresa.co – Sebuah SMA Katolik di Kabupaten Manggarai Barat merayakan keberhasilan puluhan siswanya yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik.

Sebanyak 37 siswa SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng, Kecamatan Lembor dinyatakan diterima masuk beberapa kampus ternama, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, Universitas Nusa Cendana, Politeknik Negeri Bali dan Politeknik Negeri Kupang.

Kepala Sekolah Romo Daniel Abdinery Ngabut mengatakan para siswa terdiri atas 29 perempuan dan delapan laki-laki.

“Kami sangat bersyukur dengan prestasi para siswa ini yang tidak terlepas dari perjuangan mereka sendiri dan kerja keras para pendidik selama belajar di sini,” kata Romo Deny, sapaannya.

Romo Deny menjelaskan, puluhan siswa itu merupakan bagian dari total 178.981 siswa yang lolos SNBP tahun ini, disaring dari 806.242 pendaftar secara nasional.

SNBP membuka peluang kepada para siswa berprestasi unggul dari kelas XII yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dengan mekanisme seleksi nilai rapor semester satu sampai lima.

“Selain itu rekam jejak sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan tim seleksi dalam memilih peserta yang lolos,” katanya.

Peran sekolah, kata dia, misalnya dengan melakukan pemeringkatan nilai siswa berdasarkan rata-rata setiap mata pelajaran dalam lima semester, termasuk tambahan prestasi lainnya yang dapat dipertimbangkan.

Terkait proses pembelajaran di sekolah itu, ia berkata, sebelumnya sudah menjadi salah satu sekolah model implementasi program Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

“Pembelajaran Mendalam fokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills, sementara Koding & Kecerdasan Artifisial membekali siswa dengan kemampuan literasi digital dan teknologi terkini untuk menghadapi tantangan zaman modern,” katanya.

Romo Deny juga menyebut sekolah itu terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran, salah satunya dengan pengadaan fasilitas terbaru seperti Laboratorium Komputer Modern dimulai pada Maret.

Ia berharap kelulusan 37 siswa tersebut “menambah motivasi yang lain untuk terus maju dan berkembang, juga supaya para pendidik tidak hanya puas dengan hasil saat ini tetapi juga di masa depan.”

“Ini sesuai dengan dengan motto sekolah kami ‘always a step ahead’ atau selalu berjuang selangkah lebih maju,” katanya.

Romo Daniel Abdinery Ngabut, Kepala SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng, Manggarai Barat. (Dokumentasi Sekolah)

Angela Astri Cahyani, siswa yang lolos SNBP di Undana Kupang mengaku sangat bersyukur mendengar kabar itu dan mengapresiasi perjuangan para pendidik yang mendampingi mereka selama tiga tahun.

“Perjuangannya tidak selalu mudah, tetapi kami dilatih untuk terus konsisten dalam belajar di kelas maupun di luar itu,” kata Angela.

Ia berkata, kelulusannya pada program Sarjana Manajemen “menjadi langkah awal untuk terus berkembang, menambah pengalaman dan mempersiapkan diri agar bisa memberikan kontribusi yang baik di masa depan.”

Ia juga berharap SMA Katolik St. Familia terus menjadi ruang yang mendorong siswa untuk berani bermimpi, bekerja keras dan saling mendukung. 

Sementara Epianasus Firgiawan Fiagun, siswa yang lolos program Sarjana Teknik Sipil, Lingkungan dan Kelautan ITB berkata, konsistensi mempertahankan prestasi sejak semester pertama di sekolah itu menjadi kunci keberhasilannya.

“Saya juga aktif menantang diri dengan ikut lomba tingkat nasional,” katanya, “pengalaman itulah yang mengasah mental kompetitif dan memperkuat portofolio untuk menembus ketatnya persaingan di ITB.”

Epianasius mengakui, ekosistem pendidikan di SMA Katolik St. Familia membuatnya bertambah semangat. 

Ia mencontohkan beberapa program di sekolah itu, seperti Spirit Pagi yang mengajarkan kedisiplinan, penulisan Karya Tulis Ilmiah yang melatih kemampuan berpikir kritis dan riset serta berbagai pilihan ekstrakurikuler yang mengasah soft skills

“Semua ini didukung oleh fasilitas sekolah yang memadai serta bimbingan penuh dedikasi dari bapak dan ibu guru,” katanya.

Ia berharap ekosistem pendidikan tersebut terus dijaga dan dikembangkan dalam kerjasama yang kolaboratif antarsemua elemen di sekolah.

“Saya berharap sekolah kita terus menjadi wadah yang suportif bagi siswa untuk berprestasi,” katanya.

SMA Katolik St. Familia Wae Nakeng bernaung di bawah Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) milik Keuskupan Labuan Bajo.

Berdiri pada 1990, sekolah yang berlokasi di pinggir Jalan Trans Flores, Desa Poco Rutang itu kini terakreditasi A atau berpredikat unggul. 

Total siswanya berjumlah 866 orang, dengan 519 perempuan dan 347 laki-laki. Sementara guru dan tenaga kependidikan berjumlah 53 orang, dengan 26 perempuan dan 27 laki-laki.

Editor: Ryan Dagur

Artikel ini terbit di halaman khusus KoLiterAksi. Jika Anda adalah pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pemerhati pendidikan ataupun masyarakat umum dan tertarik menulis di sini, silahkan kirimi kami artikel. Ketentuannya bisa dicek dengan klik di sini!

Silahkan gabung juga di Grup WhatsApp KoLiterAksi, tempat kami berbagi informasi-informasi terbaru. Kawan-kawan bisa langsung klik di sini.

Artikel Terbaru

Banyak Dibaca

Baca Juga Artikel Lainnya