Artikel-artikel yang ditulis oleh

Gheril Ngalong

3 Artikel

Pameran dan Pentas Seni Mengenang Suster Virgula, SSpS di Labuan Bajo; Mengabadikan Cinta Rasul Kaum Marjinal

Digelar pada 23-27 Juni, pameran menampilkan sejumlah produk karya penghuni panti rehabilitasi dan pentas seni dari berbagai elemen

Kolaborasi Komunitas Muda Jaga Air di Poco Leok

Aksi ini dilakukan di tengah kecemasan terhadap pencemaran air, diduga dampak dari proyek panas bumi

‘Rawat Mata Air, Bukan Air Mata,’ Narasi Kolaborasi Kaum Muda Peringati Hari Anti Tambang di Poco Leok

Gheril Ngalong, Koordinator Rumah Baca Aksara, komunitas beranggotakan kaum muda berbasis di Ruteng, Kabupaten Manggarai membagi cerita kolaborasi dengan Kawan Muda Poco Leok dalam peringatan Hari Anti Tambang, 29-30 Mei 2024

Artikel Terbaru

Menjaga Floresa dan Media Alternatif Lainnya Terus Bertahan

Di tengah kuasa yang ingin menentukan cerita dan modal yang dapat membeli perhatian, media alternatif berusaha memastikan mereka yang disingkirkan tetap punya tempat untuk bersuara. Jika Floresa dan media sejenis padam, bukan hanya redaksi yang hilang—warga kehilangan ruang untuk bersuara, kekuasaan kehilangan pengawas, dan ketidakadilan semakin leluasa bekerja.

Masalah Pariwisata Kian Menumpuk, Apa Gunanya Banyak Lembaga di Labuan Bajo?

Setengah juta wisatawan datang, tetapi penerimaan daerah masih terbatas, kecelakaan kapal berulang, penipuan mencoreng reputasi, dan warga kehilangan akses ke ruang hidupnya. Labuan Bajo tidak kekurangan lembaga. Yang langka adalah kendali, keberpihakan, dan pertanggungjawaban.

Sebelum Fajar, Warga Elar di Manggarai Timur Berburu Air dari Sumur Dangkal

Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.

Kekerasan Seksual di Sekolah di Sumba dan Alarm Keras Perlindungan Anak

Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.