Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Kemitraan

8 Artikel

Endress+Hauser Indonesia Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Labuan Bajo

Perusahaan yang berbasis di Swis ini menyerahkan 120 unit tong sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat

RS Siloam Labuan Bajo Berhasil Lakukan Operasi Kraniotomi Pertama pada Pasien Anak, Jadi Tonggak Tersedianya Akses Penanganan Bedah Saraf Darurat di NTT

Operasi dilakukan terhadap seorang pasien berusia 14 tahun yang cedera kepala akibat kecelakaan sepeda motor

Peduli Penyandang Disabilitas, BRI Cabang Ruteng Bantu Pengadaan Kursi Roda

Bantuan itu merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI terhadap warga yang kurang mampu

Sukses Gelar Acara ‘Panen Hadiah Simpedes,’ BRI Cabang Ruteng Optimistis dengan Pertumbuhan Nasabah 

Penyerahan hadiah kepada nasabah Simpedes digelar pada 4 Agustus di Ruteng

BRI Cabang Ruteng Bakal Gelar Undian ‘Panen Hadiah Simpedes,’ Mobil Jadi ‘Grand Prize’

Warga Ruteng diajak untuk ikut dalam acara ini pada 3 Agustus

Artikel Terbaru

Sebelum Fajar, Warga Elar di Manggarai Timur Berburu Air dari Sumur Dangkal

Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.

Kekerasan Seksual di Sekolah di Sumba dan Alarm Keras Perlindungan Anak

Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.

Setahun Berlalu, Belum Ada Titik Terang Hasil Penyelidikan Kematian Perempuan di Manggarai

Lebih dari 50 saksi telah diperiksa dan data digital ditelusuri, tetapi polisi mengaku belum memperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kematian Restina Tija.

Pemda Membiarkan Pagar Berduri Merampas Pesisir Labuan Bajo

Pagar kawat berduri sekitar 800 meter menghambat akses ke Pantai Laing Lewe dan menekan penghidupan 29 keluarga pedagang. Pemerintah Manggarai Barat mengakui pelanggarannya, tetapi membiarkannya tetap berdiri.