Floresa.co – Endress+Hauser Indonesia, perusahaan pemasok instrumentasi dan otomatisasi proses dan laboratorium yang berbasis di Swiss menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis komunitas di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Inisiatif Empowering Communities for Better Waste Management yang akan berlangsung selama enam bulan itu diluncurkan pada 25 Januari, bagian dari upaya memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Peluncurannya bersamaan dengan penyerahan 120 unit tong sampah kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vincensius Gande.
Jumlah tong sampah tersebut merepresentasikan jumlah karyawan Endress+Hauser Indonesia, simbol keterlibatan dan komitmen kolektif perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Vincensius berkata, persoalan sampah merupakan salah satu prioritas utama di Labuan Bajo, daerah yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Ia berkata “kebersihan lingkungan sangat menentukan keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat sekitar.”
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi dukungan Endress+Hauser Indonesia yang sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat program pengelolaan sampah berbasis komunitas,” katanya.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan ini, Endress+Hauser Indonesia menunjuk PT Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM) sebagai mitra pelaksana.
INGRAM merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dengan pendekatan praktis dan berkelanjutan.
Program ini akan berlangsung selama enam bulan dengan kegiatan utama berupa pendampingan dan pelatihan pengelolaan sampah bagi 50 keluarga, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengadaan satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan sampah terpilah dan 200 ember organik sebagai fasilitas pemilahan sampah.
Henry Chia, Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services untuk Asia Tenggara, Korea, dan Jepang sekaligus Presiden Direktur Endress+Hauser Indonesia, menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan nilai korporasi sebagai perusahaan Eropa yang berkontribusi penting bagi industri penghasil kebutuhan sehari-hari.
“Endress+Hauser berperan dalam mendukung industri yang menghasilkan produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti susu, minuman dan kelapa sawit. Di mana pun kami beroperasi, termasuk di Indonesia, kami selalu berupaya tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan di Labuan Bajo ini, sekitar 118 karyawan yang berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya dan berbagai daerah turut berpartisipasi secara langsung.
“Kami bangga dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepada Endress+Hauser untuk berkontribusi secara berkelanjutan, termasuk melalui dukungan peralatan tambahan guna mendukung kegiatan lingkungan,” ujarnya.
Frida Attila, Sustainability Manager Endress+Hauser Indonesia berkata keberlanjutan menjadi komitmen perusahaan dalam seluruh operasional.
“Program ini merupakan wujud kontribusi nyata Endress+Hauser kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Michaella Karina, Program Manager PT Inovasi Gerakan Masyarakat menyatakan komitmen INGRAM mendukung penuh pelaksanaan program ini.
“Kami berkomitmen mendampingi Endress+Hauser Indonesia dan masyarakat Labuan Bajo selama enam bulan ke depan melalui pendampingan intensif, penguatan praktik pemilahan sampah, serta pengelolaan sistem yang mudah diterapkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Endress+Hauser Indonesia dan PT Inovasi Gerakan Masyarakat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.


