Puspom TNI Tahan Empat Prajuritnya yang Diduga Terlibat dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

TNI mengklaim masih mendalami motif para tersangka

Floresa.co – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengklaim telah menahan empat prajuritnya yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Dalam keterangan pada 18 Maret, Komandan Puspom Mayjen Yusri Nuryanto berkata, keempat prajurit yang berinisial NDP, SL, BWH dan ES akan dititipkan di Pomdam Jaya karena “di sana ada tahanan super security maximum.”

Menurutnya, para tersangka merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis yang juga berasal dari mantra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Tiga dari empat tersangka berpangkat perwira.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 467 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal itu mengatur tentang penganiayaan berencana di mana para tersangka diancam pidana penjara maksimal empat tahun dan dapat meningkat menjadi tujuh tahun jika menyebabkan luka berat.

“Sekarang keempat tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” kata Yusri.

Ia mengklaim pihaknya masih mendalami motif para tersangka dalam kasus tersebut.

Sementara itu, menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin berkata, pihaknya masih mengejar dua terduga pelaku, masing-masing berinisial BHC dan MAK.

Ia mengklaim tidak tertutup kemungkinan jumlah terduga pelaku lebih dari empat orang, sembari memastikan bahwa “polisi akan mengungkap kembali terduga pelaku jika sudah ada temuan baru.” 

Kronologi Kejadian

Dalam keterangan tertulis, Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan Andrie mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang menyebabkan luka fatal di sekujur tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, muka, dada serta bagian mata. 

Dimas berkata, pada 9-12 Maret, ponsel Andrie ditelepon delapan nomor tak dikenal, lima di antaranya diduga modus penipuan dan spam.

Pada 12 Maret pukul 15.30 WIB, Andrie berangkat dari Kantor KontraS ke Kantor Lembaga Riset Celios di Jalan Banyumas No. 12, Menteng, Jakarta Pusat untuk menghadiri pertemuan yang membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025.

KontraS terlibat dalam komisi itu bersama YLBHI dan LBH Jakarta untuk menginvestigasi kekerasan, kerusuhan, penangkapan hingga pemidanaan aktivis dan warga usai unjuk rasa yang memprotes kebijakan pemerintah dan DPR di Jakarta dan sejumlah daerah selama Agustus-September tahun lalu. 

Salah satu temuan mereka yang dirilis pada 18 Februari mengungkap dugaan militerisasi atau keterlibatan TNI dalam penanganan aksi, di antaranya dengan pengerahan ribuan personil yang bahkan dilakukan sebelum ada surat permohonan bantuan resmi dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Usai pertemuan bersama Celios, Andrie berangkat menuju Kantor YLBHI pada pukul 19.30 untuk perekaman podcast bersama Zainal Arifin, staf kantor tersebut. Ia meninggalkan kantor tersebut pada pukul 23.00.

Saat melintas dengan sepeda motor miliknya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat pada pukul 23.37, ia melihat dua orang laki-laki menggunakan sebuah sepeda motor warna hitam dari arah berlawanan.

Saat berpapasan, penumpang belakang yang mengenakan penutup wajah tiba-tiba menyiram air keras ke tubuh Andrie.

Andrie yang kesakitan lalu berteriak minta tolong, menjatuhkan sepeda motornya dan meninggalkan bajunya yang meleleh akibat air keras di lokasi itu.

Ia kemudian meneruskan perjalanan menuju kontrakannya di Menteng sebelum diantar oleh dua rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Berdasarkan diagnosis dokter, ia mengalami luka bakar 24 persen dan kini sedang menanti tindakan medis berupa operasi mata untuk mengganti jaringan membran amnion atau cangkok dengan bius lokal.

Editor: Herry Kabut

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA