Bagi Mayora, kejujuran adalah hal paling mahal — termasuk mengakui diri memiliki orientasi seksual berbeda di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya siap memahami identitasnya.
Pesan itu datang tiba-tiba ke ponsel salah satu jurnalis Floresa—mengatasnamakan institusi keamanan, menyertakan data pribadi, dan menuntut agar sejumlah konten dihapus. Ancaman itu ditutup dengan kalimat “proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya” jika permintaan tak ditaati.
Ada dalam satu bagian film, Maria Omety sedang melihat kembali hidupnya sendiri—hutan yang digusur, kampung yang perlahan dikepung, dan pilihan yang tidak selalu mudah: diam atau kehilangan.
Saat warga terdampak menunggu bantuan, kami berhadapan dengan pertanyaan: untuk apa informasi tentang penderitaan jika ia tidak membuka jalan bagi pertolongan?
Tiga minggu setelah gempa Flores, warga Nanga Banda masih tinggal di antara puing rumah, membangun gubuk bambu, dan membeli air yang kebersihannya pun tidak mereka yakini.