Artikel-artikel yang ditulis oleh

Eduardo Edwin Ramda

2 Artikel

Tragedi Ngada dan Potret Suram Kinerja Pusat-Daerah

Selama publik hanya dipertontonkan drama saling menyalahkan, lalu di balik layar bersalaman dan berpesta, semua itu hanya omon-omon belaka

Geotermal di Flores dan Ilusi Otonomi Daerah

Alih-alih bertindak otonom, para bupati malah bekerja mengamankan oligarki ekonomi dan hanya manggut pada kehendak pemerintah pusat

Artikel Terbaru

Konflik Agraria Nangahale dan Ujian Moral Gereja

Di Nangahale, Gereja tidak cukup menyerukan dialog. Ia harus menghentikan penggunaan kuasa rohani dan hukum untuk menekan umat, membuka asal-usul tanah secara jujur, dan bersedia diperiksa.

Payung Hitam yang Tertinggal

Sebuah payung hitam menyimpan jejak malam ketika kepercayaan direnggut—dan perjalanan seorang perempuan merebut kembali suara serta hidupnya.

Dari Panggung Teater, Pelajar SMA di Manggarai Barat Menantang Janji Pembangunan yang Mengancam Ruang Hidup

Lewat “Tragedi Tanah Kita”, pelajar SMAN 2 Komodo menghidupkan kembali kecemasan warga terhadap tambang dan proyek geotermal: siapa menikmati pembangunan, dan siapa menanggung kehilangan tanah, air, serta budaya?

Jurnalisme Tidak Memerlukan Restu Kuasa di Nangahale

Ketika rumah dirobohkan, warga dipidana, dan tanah masih disengketakan, pertanyaan jurnalistik bukan penghinaan terhadap Gereja. Ia adalah kewajiban memeriksa kuasa—termasuk kuasa yang berbicara atas nama iman.