Artikel-artikel yang ditulis oleh

Jerry Santoso

3 Artikel

Mengapa Krisis Bunuh Diri di NTT Tidak Pernah Dianggap Darurat?

NTT butuh regulasi kesehatan jiwa yang secara eksplisit mencakup pencegahan bunuh diri, membangun sistem surveilans dan memberi legitimasi pada pendekatan pemulihan berbasis komunitas.

Ketika Logika Medis Mendominasi Penanganan Gangguan Jiwa di Manggarai

Di balik kepraktisan logika medis, tersembunyi penyederhanaan yang berbahaya, menyingkirkan kenyataan bahwa gangguan jiwa seringkali tumbuh di ladang luka sosial

Antara Salib dan Slot: Paskah, Gereja dan Kegagalan Merawat Luka Sosial

Kebangkitan dalam Paskah tak akan pernah mungkin tanpa keberanian untuk menuruni lembah penderitaan bersama mereka yang ditinggalkan dan dilupakan, termasuk yang terbenam dalam praktik judi online

Artikel Terbaru

Menjaga Floresa dan Media Alternatif Lainnya Terus Bertahan

Di tengah kuasa yang ingin menentukan cerita dan modal yang dapat membeli perhatian, media alternatif berusaha memastikan mereka yang disingkirkan tetap punya tempat untuk bersuara. Jika Floresa dan media sejenis padam, bukan hanya redaksi yang hilang—warga kehilangan ruang untuk bersuara, kekuasaan kehilangan pengawas, dan ketidakadilan semakin leluasa bekerja.

Masalah Pariwisata Kian Menumpuk, Apa Gunanya Banyak Lembaga di Labuan Bajo?

Setengah juta wisatawan datang, tetapi penerimaan daerah masih terbatas, kecelakaan kapal berulang, penipuan mencoreng reputasi, dan warga kehilangan akses ke ruang hidupnya. Labuan Bajo tidak kekurangan lembaga. Yang langka adalah kendali, keberpihakan, dan pertanggungjawaban.

Sebelum Fajar, Warga Elar di Manggarai Timur Berburu Air dari Sumur Dangkal

Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.

Kekerasan Seksual di Sekolah di Sumba dan Alarm Keras Perlindungan Anak

Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.