Oleh: Otto Gusti Madung
Pada 2 Oktober 2026, Rocky Gerung yang dikenal sebagai intelektual publik dan aktivis masyarakat sipil dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai anggota Dewan...
Ketika puluhan prajurit dikerahkan bukan untuk menjaga negara dari ancaman luar, melainkan menjaga satu pejabat dari lembaga penegak hukum lainnya, itu pertanda batas antara pertahanan dan kekuasaan sudah kabur.
Melihat kontras antara reaksi umat Katolik di Flores atas penunjukkan Uskup Budi Kleden sebagai anggota dikasteri di Vatikan dengan respons atas pernyataannya yang mengkritik militerisasi, artikel ini mengajukan pertanyaan: apakah kita hanya bangga memiliki uskup yang dihormati di Roma, ataukah kita juga siap berdiri bersama uskup ketika ia menyuarakan kebenaran yang mungkin tidak popular?
Normalisasi militer dalam ruang-ruang sipil berpotensi membentuk budaya politik yang lebih menghargai kepatuhan daripada argumentasi, mengutamakan stabilitas daripada kebebasan, dan memilih komando daripada deliberasi
Ketika sebuah forum diskusi damai dianggap lebih berbahaya daripada kekuasaan yang tak terkontrol, demokrasi tidak sedang diserang dari luar — ia sedang membusuk dari dalam, tulis Otto Gusti Madung dari IFTK Ledalero.
Imam tersebut menyerukan warga yang berkonflik dengan korporasi milik Keuskupan agar “kembali”, sembari menyerang pendamping warga dan mengaitkan sengketa agraria dengan kesetiaan umat kepada Gereja Katolik.
Penangkapan Itok Aman memperlihatkan ketegasan hukum yang datang terlambat—dan standar berbeda ketika aparat berhadapan dengan perkara yang lebih besar atau melibatkan rekan mereka sendiri.
SMAK Pancasila Borong dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memilih pembinaan, bukan mengeluarkan siswa pelaku. Pengamat mengingatkan pendekatan restoratif tidak boleh mengecilkan peristiwa, memaksa perdamaian, atau mengabaikan pemulihan korban.
Transfer ke Daerah untuk Manggarai Barat tahun ini tinggal Rp839,87 miliar. Sejumlah proyek jalan dan jembatan tersendat, sementara program unggulan pemerintah pusat belum menjangkau warga secara merata.