Tak hanya mengkritik pembesar, novel ini menghidupkan “dulce et utile,” istilah untuk menggambarkan karya sastra yang tidak saja menghibur tetapi juga memberi manfaat bagi pembacanya
Tiga kepala ayam busuk di depan pintu, telur pecah di kafe sebelah, dan sebelumnya ancaman dari seseorang yang mengaku polisi. Kami tetap tidak akan berhenti.
Ketika hak jawab sudah dilayani tetapi narasumber tetap dilaporkan ke polisi, yang sedang terjadi bukan penegakan hukum — melainkan penggunaan hukum sebagai senjata untuk membungkam.