Artikel-artikel yang ditulis oleh

Arif Harmi Hidayatullah

5 Artikel

Ketika Rakyat Miskin Memilih Mati, Negara Sedang Apa?

Bunuh diri karena kemiskinan bukan sekadar tragedi pribadi. Ia adalah tanda tanya sosial yang menagih jawaban: siapa yang bertanggung jawab ketika hidup rakyat menjadi begitu berat hingga kematian tampak sebagai jalan terakhir?

Dalam Bayang-Bayang Pembangunan: Membaca Flores Hari Ini Lewat “Krisis Kebebasan” Albert Camus

Kebebasan bukanlah hadiah cuma-cuma, tapi hak yang harus terus diperjuangkan. Camus menyoroti bagaimana penindasan penguasa dan rezim totaliter membungkam nurani, pers, dan masyarakat. 

Mempertanyakan Indonesia yang ‘Sakit-sakitan’ Lewat Dialog Kritis Dua Anak Muda dalam ‘Menunggu Matahari Melbourne’ 

Tak hanya mengkritik pembesar, novel ini menghidupkan “dulce et utile,” istilah untuk menggambarkan karya sastra yang tidak saja menghibur tetapi juga memberi manfaat bagi pembacanya

Perempuan Poco Leok Latih Buat Pembalut Ramah Lingkungan, Cara untuk Berdaya di Tengah Tekanan Proyek Geotermal

Pembalut ramah lingkungan menyehatkan organ reproduksi sekaligus membantu menjaga keseimbangan alam

Artikel Terbaru

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

‘Broken Strings’ dan Keberanian Perempuan Melawan Kekerasan Seksual

Kekerasan kerap menyamar sebagai cinta; memoar Aurelie Moeremans membongkar jerat itu dan menunjukkan mengapa suara korban tak boleh lagi dibungkam.