Artikel-artikel yang ditulis oleh

Carlin Karmadina

4 Artikel

Anyaman Lontar, Penjaga Harapan Perempuan Solor

Bersama Du Anyam, para perempuan di Pulau Solor menemukan harapan untuk bertahan di tanah kelahiran dengan memproduksi anyaman dari dari lontar, warisan budaya turun-temurun

Bendungan Rusak dan Krisis Iklim: Dua Sisi Mata Pedang yang Dihadapi Petani Sawah di Magepanda, Sikka

Petani di Magepanda, kecamatan dengan luas sawah terluas di Sikka, harus mengeluarkan biaya tinggi untuk tetap bisa mengolah sawah

Polemik Proyek Rehabilitasi Pelabuhan Kewapante di Sikka: Kontraktor Keluhkan Dana yang Tak Kunjung Cair, Pemerintah Bersikukuh Tunggu Hasil Audit

Proyek dikerjakan pada 2022, namun serah terima tertunda usai badai yang membuat material jatuh ke laut

Benih Lokal versus Benih Komersial: Antara Tradisi dan Keuntungan

Warga Palu’e di Kabupaten Sikka lebih memilih benih lokal, seperti jagung lokal, yang memiliki sejumlah keunggulan, termasuk tahan terhadap hama

Artikel Terbaru

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

‘Broken Strings’ dan Keberanian Perempuan Melawan Kekerasan Seksual

Kekerasan kerap menyamar sebagai cinta; memoar Aurelie Moeremans membongkar jerat itu dan menunjukkan mengapa suara korban tak boleh lagi dibungkam.