Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.
“Petani tidak hanya membutuhkan jalan untuk membawa hasil panen ke pasar. Mereka membutuhkan tanah yang tetap produktif, air yang cukup, lingkungan yang aman, dan kepastian bahwa mereka masih dapat bertani hari ini maupun di masa depan,” kata warga.
Di Forum Geotermal Flores-Lembata, Sudirman Said menempatkan panas bumi sebagai energi bersih yang potensial, tetapi mengingatkan bahwa proyek dapat kehilangan legitimasi ketika warga tidak diperlakukan sebagai subjek.
Rumahnya telah rata, listrik belum tersedia, dan air harus ditimba dari sumur tetangga. Pada usia 76 tahun, Adrianus Akar terus menanam—merawat hidup di tengah ketakutan yang belum surut.
Pengadangan terhadap perwakilan pemerintah dan PT PLN di lapangan berlanjut dengan audiensi di kantor bupati. Bupati Tuaq menyatakan pemerintah ikut menolak proyek, sesuai suara warga.
Dalam kejadian pada 13 Oktober itu, tiga wisatawan mancanegara mengalami luka, sementara satu wisatawan lain yang merupakan divemaster asal Indonesia belum ditemukan.