Artikel-artikel yang ditulis oleh

B. Mario Yosryandi Sara

4 Artikel

Bergizi Klaimnya, Beracun Realitasnya

Anak-anak yang semestinya tumbuh-kembang dengan perlindungan, malah jadi objek uji coba proyek yang amburadul

Anarkisme Jalanan dan Normalisasi Kekerasan Negara

Alih-alih sibuk mengecam kerusakan fasilitas publik dan aset negara, kita harus berani membaca “api kecil” di jalanan itu sebagai cerminan dari “api besar” ketidakadilan struktural yang terus menggerogoti republik ini

Militerisasi Pangan dalam Proyek Food Estate

Ketika militer diberi mandat untuk menentukan aras produksi, maka prinsip pengelolaan berbasis komunitas, lokalitas dan partisipasi akan dikorbankan. Hasilnya, segudang problematika meledak di lokasi-lokasi food estate sedari perencanaan sampai pelaksanaannya

Pulau Flores di Ujung Ancaman ‘Mata Bor’ Geotermal

Tanpa perubahan paradigma pembangunan yang menempatkan manusia dan lingkungan sebagai subjek, narasi energi bersih di Flores sekadar pertarungan politik dagang, memperluas komodifikasi sumber daya alam dan menjamin jalur distribusi hasil ekstraksi untuk kepentingan pasar global

Artikel Terbaru

Pebisnis Privatisasi Pantai di Labuan Bajo: Labrak Aturan, Pemerintah Gamang

Langkah pebisnis asal Bali itu ikut menekan penghasilan 29 keluarga pedagang kecil. Penelusuran Floresa menemukan perbedaan keterangan mengenai batas tanah yang masuk ke dalam sertifikat.

Yesus Mati di Semau

Ketika Rp30 miliar dijulang menjadi patung sementara warga Semau berburu air, yang dibangun bukan kesaksian iman, melainkan monumen bagi matinya nurani kekuasaan.

PLN Siapkan Proyek Geotermal Oka Ile Ange di Tengah Gelombang Penolakan yang Meluas di Flores

Warga menyebut pemerintah sudah berulang kali melakukan survei di kawasan Hutan Lindung, sementara mereka belum pernah mendapatkan penjelasan. Kekhawatiran muncul soal dampak proyek terhadap mata air di dataran tinggi yang menghidupi tujuh desa hingga Kota Larantuka.

Warisan Sr. Virgula Schmitt, SSpS Terus Hidup di Tanah Flores

Karya yang dirintis biarawati asal Jerman pada enam dekade silam itu tetap bergerak dalam tubuh-tubuh yang dirawat, anak-anak yang belajar percaya diri, dan alumni Damian yang melangkah keluar dari panti untuk mandiri menata hidup.