Artikel-artikel yang ditulis oleh

Elkelvin Wuran

175 Artikel

Dari Balik Jeruji, Ayah Berpesan Terus Menjaga Tanah Nangahale

Ketika sengketa agraria antara masyarakat adat dan PT Krisrama, korporasi milik Keuskupan Maumere, berujung pada pemenjaraan warga, hukuman tidak berhenti di balik jeruji. Ia menjalar ke dapur, kebun, bangku kuliah, urusan adat, dan relasi anak dengan orang tua.

Tolak Proyek Geotermal Oka Ile Ange, Uskup Larantuka Desak Negara Dengarkan Warga

Wilayah kerja panas bumi seluas 12.510 hektare berhimpitan dengan mata air, kebun, permukiman, dan hutan lindung. Uskup Larantuka meminta proyek dihentikan sementara dan menuntut kajian independen serta persetujuan warga tanpa paksaan.

Internet Lemah Hambat Warga NTT Kabarkan Konflik

Dari Poco Leok, jalur Trans Flores hingga lingkar Gunung Mutis, banyak lokasi masih tanpa sinyal atau koneksinya lemah. Sejumlah titik berada di wilayah konflik agraria dan sumber daya alam, ketika warga justru membutuhkan jaringan untuk mengabarkan apa yang terjadi.

Target 85 Persen Tersendat, Sampah Kota Kupang Tetap Mengalir ke TPA

Pemerintah Kota Kupang menargetkan 85 persen sampah diolah sebelum mencapai TPA. Penelusuran dari Oesapa hingga Alak menemukan pemilahan terputus saat pengangkutan, fasilitas belum seluruhnya beroperasi, dan capaian pengolahan baru 33,26 persen.

Jejak Pembalakan Liar Kayu Sonokeling di NTT

Demi mendapatkan kuota penampungan kayu sonokeling, perusahaan yang pernah terseret kasus pidana bersalin wajah. Sebagian kayu disinyalir berasal dari hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung.

Artikel Terbaru

Ritual Barong Wae: Menjaga Air, Merawat Warisan Leluhur Manggarai

Setelah enam dekade, warga Wae Sano di Manggarai Barat kembali berjalan menuju Wae Kuta. Di mata air itu, mereka merawat ingatan tentang leluhur, Sang Pencipta, dan alam—sekaligus meneguhkan satu pesan: air hanya akan terus mengalir bila dijaga bersama.

“Kami Merasa Dikriminalisasi Gereja”

Seorang warga Nangahale menceritakan pemidanaan istrinya dalam perkara kasus pengancaman terhadap seorang imam Katolik di tengah konflik lahan berkepanjangan antara masyarakat adat dan PT Krisrama, perusahaan milik Keuskupan Maumere.

Merawat Perbedaan dari Ruang Kelas

Refleksi seorang pendidik tentang pentingnya mengenali prasangka, memahami perbedaan, dan membangun kolaborasi lintas iman dari ruang kelas.

Uskup Maumere: Konflik Nangahale Terberat Selama Saya Memimpin 

Atas dasar apa Keuskupan Maumere menguasai tanah Nangahale—dan mengapa sengketa itu berujung pada penggusuran serta laporan polisi terhadap umatnya sendiri? Mgr. Ewaldus Martinus Sedu menjawab konflik yang ia akui sebagai persoalan terberat semenjak 2018 memimpin Keuskupan di wilayah Kabupaten Sikka tersebut.