Di antara klaim pembatalan, temuan maladministrasi, dan mediasi yang buntu, Ombudsman belum menutup perkara HGU PT Krisrama. Warga pun masih bertahan di tanah yang mereka sebut ruang hidup leluhur.
Ketika sengketa agraria antara masyarakat adat dan PT Krisrama, korporasi milik Keuskupan Maumere, berujung pada pemenjaraan warga, hukuman tidak berhenti di balik jeruji. Ia menjalar ke dapur, kebun, bangku kuliah, urusan adat, dan relasi anak dengan orang tua.
Wilayah kerja panas bumi seluas 12.510 hektare berhimpitan dengan mata air, kebun, permukiman, dan hutan lindung. Uskup Larantuka meminta proyek dihentikan sementara dan menuntut kajian independen serta persetujuan warga tanpa paksaan.
Dari Poco Leok, jalur Trans Flores hingga lingkar Gunung Mutis, banyak lokasi masih tanpa sinyal atau koneksinya lemah. Sejumlah titik berada di wilayah konflik agraria dan sumber daya alam, ketika warga justru membutuhkan jaringan untuk mengabarkan apa yang terjadi.
Pemerintah Kota Kupang menargetkan 85 persen sampah diolah sebelum mencapai TPA. Penelusuran dari Oesapa hingga Alak menemukan pemilahan terputus saat pengangkutan, fasilitas belum seluruhnya beroperasi, dan capaian pengolahan baru 33,26 persen.
Pengalaman sebagai Muslim di Flores mengajari saya bahwa solidaritas tidak memerlukan paspor agama. Nangahale menguji pelajaran itu: beranikah kita menggugat kuasa institusi keagamaan tanpa menjadikan perbedaan iman sebagai alasan untuk diam?
Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak. Pemerintah desa menyebut Dinas PUPR pernah berjanji memperbaiki saluran itu sebelum akhir tahun, berbeda dari penjelasan Kadis yang mengusulkan pendanaan proyek pada 2027.
Pemagaran lahan di Pantai Laing Lewe menghambat aktivitas warga. Pejabat tata ruang menyebutnya melanggar aturan, tetapi BPN tak kunjung menjelaskan dasar penerbitan sertifikat.