Masuk ke istana bukan akhir dari kritik, melainkan titik pembuktian: apakah Rocky Gerung tetap setia pada akal sehatnya ketika kebenaran berhadapan langsung dengan kepentingan kekuasaan?
Oleh: Vano Jemadin
Pada 27 Februari 2026, saya membaca berita Floresa berjudul “Lihat Baik-Baik Bupati yang Terhormat,’ Kemarahan Warga Manggarai Timur Usai Pamannya Meninggal di Jalan...
Panggilan Gereja menemukan wujudnya yang paling nyata dan mendasar dalam pembelaan terhadap mereka yang lemah, tersingkir, dan menjadi korban. Ini adalah bagian dari tugas perutusan untuk mewartakan serta membela kehidupan dan martabat manusia
Gempa dapat menunda pemeriksaan, tetapi Kejaksaan tidak boleh menjadikannya dalih untuk membiarkan penyidikan tanpa arah, tenggat, dan pertanggungjawaban.
Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.
Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.
Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.