BBKSDA NTT

Artikel-artikel terkait topik ini

Euforia Wisata ke Poco Likang, BBKSDA NTT Akui Belum Kaji Dampak Lingkungan

Ada catatan dari pemerhati lingkungan bahwa aktivitas di kawasan resapan air itu bisa memicu masalah jangka panjang untuk Ruteng dan sekitarnya.

BBKSDA NTT, Kapan Membereskan Tapal Batas TWA Ruteng?

Jika tapal batas terus dibiarkan kabur, kriminalisasi akan berulang, negara akan terus kalah di pengadilan, dan konservasi akan terus kehilangan legitimasi sosial.

“Bukan Satwa yang Dilindungi,” BBKSDA NTT Tak Proses Hukum Penyelundup 1.000 Lebih Burung ke Surabaya

Burung-burung tersebut telah dilepasliarkan di Hutan Lindung Bowosie, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo pada 9 Mei

Siswa SD Tewas Tenggelam di Danau Rana Mese, Siapa Bertanggung Jawab atas Keselamatan Pengunjung?

BBKSDA NTT mengklaim telah memasang papan larangan mandi dan berenang, terutama kepada anak-anak dan remaja

Pemerintah Beri Opsi Perubahan Peruntukan Kawasan TWA Ruteng sebagai Solusi Penyelesaian Sengketa dengan Masyarakat Adat di Manggarai Timur

Dalam diskusi publik yang menghadirkan warga, BBKSDA dan Pemda Manggarai Timur itu, para pihak berkomitmen mengakhiri konflik tersebut yang diwariskan sejak era kolonial Belanda

Pengungkapan Perdagangan Komodo di Manggarai Timur Terjadi di Tengah Upaya Preservasi Ekosistem

Pota, salah satu habitat Komodo Flores sedang diusulkan menjadi areal preservasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT

Kriminalisasi Warga Adat di Tengah Konflik Tapal Batas TWA Ruteng yang Dibiarkan Berlarut

Dalam sidang eksepsi, tim kuasa hukum menyatakan proses pidana terhadap petani itu masuk kategori kriminalisasi karena dakwaan jaksa yang terkesan dipaksakan

Warga Adat di Manggarai Timur Lawan Jaksa yang Mendakwanya Merusak Hutan di TWA Ruteng

Warga berusia 57 tahun ini menjalani sidang dengan agenda pembacaan eksepsi pada 18 Februari

Staf BBKSDA Klarifikasi Pernyataan yang Klaim Putusan MA Bukan Putusan Negara Saat Datangi Warga Ngkiong di Manggarai Timur

Floresa telah memberikan video yang memperlihatkan pernyataan pegawai BKKSD seperti yang dikutip dalam berita