Tiga warga menghadapi putusan banding pada 24 September 2026 setelah sebelumnya lepas dari jeratan hukum. Mereka dilaporkan imam petinggi korporasi milik Gereja Katolik terkait tudingan penyerobotan lahan yang terjadi 12 tahun silam.
Cara kerja negara lewat pejabat dan aparat di Flores-Lembata kerap menonjolkan dalih keamanan dan ketertiban semu, alih-alih membuka ruang demokrasi yang adil.
Ratusan orang sudah mendaki dan kekhawatiran soal daerah resapan air sudah disuarakan, tapi BBKSDA baru akan mengkaji dampak lingkungan setelah urusan administrasi zonasi selesai.
Sosialisasi publik pertama itu dikawal aparat TNI, perwakilan perusahaan merupakan warga Reok yang mengklaim bersedia menjadi “kaki tangan” karena kasihan dengan kondisi masyarakat.
Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.
Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.
Lebih dari 50 saksi telah diperiksa dan data digital ditelusuri, tetapi polisi mengaku belum memperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kematian Restina Tija.
Pagar kawat berduri sekitar 800 meter menghambat akses ke Pantai Laing Lewe dan menekan penghidupan 29 keluarga pedagang. Pemerintah Manggarai Barat mengakui pelanggarannya, tetapi membiarkannya tetap berdiri.