Lokasi di Desa Wogo, Kabupaten Ngada, itu sempat dipagari dan diberi peringatan bahaya gas H2S. Pembangunan geowisata ditargetkan rampung pada awal tahun depan.
Seminar Stipas St. Sirilus Ruteng pada 28 Oktober menyoroti peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui teknologi, tanpa meninggalkan kearifan lokal dan martabat manusia.
Warga yang rumahnya rusak masih menanti janji bantuan, sementara sawah tak dapat digarap akibat rusaknya saluran irigasi. Mereka mengaku lebih banyak menerima bantuan dari sesama warga dan relawan; hanya sedikit yang datang dari pemerintah.
Tiga warga menghadapi putusan banding pada 24 September 2026 setelah sebelumnya lepas dari jeratan hukum. Mereka dilaporkan imam petinggi korporasi milik Gereja Katolik terkait tudingan penyerobotan lahan yang terjadi 12 tahun silam.
Cara kerja negara lewat pejabat dan aparat di Flores-Lembata kerap menonjolkan dalih keamanan dan ketertiban semu, alih-alih membuka ruang demokrasi yang adil.
Menjauh dari gereja belum tentu berarti meninggalkan Tuhan. Di Nangahale, kekecewaan terhadap institusi membuka pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana iman bertahan ketika perantara yang memperkenalkan Tuhan justru kehilangan kepercayaan?
Yang ditanya “kapan menikah?" Yang terbayang justru biaya hidup dan tenaga yang tersisa. Cinta bukan cuma perkara menemukan pasangan, juga punya ruang untuk saling merawat.
Republik tidak cukup hadir lewat bendera dan pidato. Ia harus terasa dalam air bersih yang mengalir, sekolah yang mendidik, dan keselamatan warga setelah bencana. Dari Konferensi Republik di Maumere, pertanyaan itu diajukan kembali: untuk siapa negara bekerja jika pertumbuhan ekonomi belum memperbaiki hidup rakyat?
Lokasi di Desa Wogo, Kabupaten Ngada, itu sempat dipagari dan diberi peringatan bahaya gas H2S. Pembangunan geowisata ditargetkan rampung pada awal tahun depan.