Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ardy Abba

411 Artikel

Guru Hamili Muridnya, Ini Tanggapan Dinas PPO Manggarai

Ruteng, Floresa.co - Beberapa hari terakhir ini, kabar tak sedap datang dari SMP Negeri 5 Cibal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai- Flores, NTT. Pasalnya, seorang guru di...

Seorang Guru SMP di Manggarai Hamili Muridnya

Ruteng,Floresa.co - Seorang guru di SMP Negeri 5 Cibal di Kabupaten Manggarai - Flores, berinisial WNU tega melakukan perbuatan tak terpuji terhadap muridnya sendiri. Tak...

Alumni PMKRI di Manggarai Dirikan Koperasi Konsumen

Ruteng, Floresa.co - Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang berdomisili di Kabupaten Manggarai -Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendirikan koperasi konsumen, Sabtu, 11...

Yuk, Jalan-Jalan ke Torong Besi di Reo

Floresa.co- Menyebut Torong Besi tentu tak asing lagi di telinga kebanyakan orang jika Anda menapakan kaki di daerah Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini adalah salah...

Bulog Ruteng Tekan Harga Beras Hingga Rp 7.500 Per Kg

Ruteng, Floresa.co - Memasuki masa puasa umat muslim, Perum Bulog Subdivre Ruteng menggelar operasi pasar murah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur (Matim). Harga beras yang...

Artikel Terbaru

Motif Tenun Khas Congkar di Manggarai Timur Kini Diakui Negara

Ada tiga motif tenun yang resmi memperoleh sertifikat Indikasi Geografis setelah proses pengajuan selama beberapa tahun

Ada Pencatutan Nama Tokoh Gereja Katolik dalam Tim yang Bertugas Meloloskan Proyek Geotermal di Lembata

Sejumlah warga Atadei juga menyatakan nama mereka dicantumkan tanpa persetujuan dalam tim yang didanai PT PLN

Terancam Dirumahkan, Puluhan Guru PPPK di Manggarai Timur Minta Pemerintah Pusat dan DPR RI Tinjau Ulang Aturan Belanja Pegawai   

Gubernur mengklaim pemerintah provinsi telah mulai berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI untuk mencari solusi agar kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi daerah

Putusan PTUN Kupang dan Arogansi Kekuasaan di Poco Leok

Putusan ini berhasil menunjukkan bahwa di Poco Leok masalah utamanya bukan warga yang terlalu keras menolak proyek geotermal, melainkan penguasa yang merasa berhak memaki, mengancam dan menginjak hak warganya sendiri