Yesus telah memilih lahir di wilayah pinggiran. Pada zaman ini, wilayah pinggiran itu tampak dalam ruang hidup mereka yang terjebak dalam kubangan kemiskinan, yang digusur buldoser dan tank kekuasaan
Ketika aparat hukum mereduksi kemanusiaan menjadi sekadar berkas administrasi dengan hanya berpaku pada pasal-pasal, hukum berisiko menjadi alat penindas yang gagal menangkap makna tanah dan ruang hidup sebagai identitas bagi masyarakat adat