Artikel-artikel yang ditulis oleh

Polykarp Ulin Agan

5 Artikel

Tanpa Solidaritas, Kemanusiaan Hanya Ilusi

Oleh: Polykarp Ulin Agan Dalam kegelapan yang paling pekat sekalipun, kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Sorj Chalandon, melalui novel "Herz in der Faust“ (2025) atau "Hati dalam Kepalan...

Ambisi Tak Terbatas: Dari Dunia Ninja ke Kerusakan Lingkungan NTT

Dalam dunia yang penuh dengan hasrat dan intrik, penting untuk selalu mempertanyakan harga yang harus dibayar dalam mengejar ambisi

Membongkar Takhta Patriarki dalam Belis di NTT

Perlu upaya merekonstruksi makna belis, bukan lagi sebagai “harga” perempuan, tetapi simbol persaudaraan antarkeluarga

Di Balik Senyum Pariwisata

Ledakan jumlah turis tak lagi cukup sebagai ukuran keberhasilan, tapi transisi menuju pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, ekologi dan etika

Politik Identitas vs Demokrasi

Dalam demokrasi yang sehat, negara tidak boleh memihak doktrin moral tertentu—baik yang lahir dari tradisi religius maupun sekuler

Artikel Terbaru

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

‘Broken Strings’ dan Keberanian Perempuan Melawan Kekerasan Seksual

Kekerasan kerap menyamar sebagai cinta; memoar Aurelie Moeremans membongkar jerat itu dan menunjukkan mengapa suara korban tak boleh lagi dibungkam.