Jakarta, Floresa.co - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat - Flores mempresentasikan usulan pemekaran Kabupaten Manggarai Barat Daya di Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI...
Oleh: AGUSTINUS BANDUR
Masih segar dalam ingatan saya kekuatiran pimpinan STKIP St Paulus Ruteng tahun 2001 ketika harian Flores Pos memuat tujuh pernyataan sikap Senat...
Floresa.co - Wacana pemekaran Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menjadi dua dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat Daya (MBD) mulai bergulir.
Di media sosial Facebook, hal ini pun...
Floresa.co - Sabtu, 2 Maret 2019 yang lalu, di pelataran wisata Kuliner Kita-Kita-Kampung Ujung Labuan Bajo, berlangsung sebuah pementasan Reog Ponorogo. Pementasan itu menjadi...
Para kepala desa mengaku ruang pembangunan fisik makin sempit setelah lebih dari separuh dana desa dalam APBN 2026 diarahkan untuk mendukung program ambisius Prabowo Subianto tersebut.
Dari dapur yang dibangun a anggota DPRD, jaringan yayasan relawan Prabowo-Gibran, hingga dapur milik istri mantan bupati dan pengusaha lokal, penelusuran Floresa menemukan pola kepemilikan dapur MBG yang jauh dari sekadar urusan gizi anak sekolah.
Pemilik SPPG Satar Peot menuding BGN pernah melaporkan dapurnya sudah beroperasi padahal izinnya belum turun. Sumber lain menyebut ada permintaan biaya hingga Rp300 juta untuk mempercepat proses.
SPPG Polres langsung beroperasi tak lama usai diresmikan Prabowo. Titik koordinatnya berpindah, ambil jatah penerima manfaat dari dapur lain yang sudah lama berdiri.
PT Sumber Jaya Asia sempat menuai kontroversi karena mengantongi izin tambang di kawasan hutan lindung, tetua adat dan lembaga Gereja Katolik menolaknya hingga kini.
Ada pertanggungjawaban ganda BBM, honor guru yang salah sasaran, dan 13 paket pekerjaan fisik bermasalah, sementara Rp102 miliar mengendap sebagai SiLPA