Artikel-artikel yang ditulis oleh

Doroteus Hartono

197 Artikel

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPUD Manggarai Barat Naik ke Tahap Penyidikan

Sejumlah pejabat sudah diperiksa Kejaksaan, termasuk Ketua KPUD Ferdiano Sutarto Parman.

Sebulan Usai Menipu Turis Italia, Pelaku Wisata Itok Aman Masih Berkeliaran

Ia melakukan aksi serupa berulang kali. Dalam kasus sebelumnya, polisi membebaskannya setelah ia membayar uang korban.

Anak Ranakah Berstatus Waspada saat Flores Masih Diguncang Ribuan Gempa Susulan

Dengan tinggi 2.350 meter di atas permukaan laut, Anak Ranakah dikenal sebagai salah satu gunung api termuda di Indonesia dan bagian dari jalur gunung api Flores.

Kejaksaan Usut Dana Hibah Pilkada Rp28 Miliar untuk KPU Manggarai Barat

Ketua KPU dan sejumlah pejabat sudah dimintai keterangan.

Keuskupan Labuan Bajo Libatkan Banyak Pihak untuk Wujudkan Gereja Ramah Anak

Lewat pelatihan paralegal pastoral, keuskupan memperkuat perlindungan anak, pencegahan kekerasan seksual, dan kewaspadaan terhadap perdagangan orang.

Artikel Terbaru

Sebelum Fajar, Warga Elar di Manggarai Timur Berburu Air dari Sumur Dangkal

Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.

Kekerasan Seksual di Sekolah di Sumba dan Alarm Keras Perlindungan Anak

Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.

Setahun Berlalu, Belum Ada Titik Terang Hasil Penyelidikan Kematian Perempuan di Manggarai

Lebih dari 50 saksi telah diperiksa dan data digital ditelusuri, tetapi polisi mengaku belum memperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kematian Restina Tija.

Pemda Membiarkan Pagar Berduri Merampas Pesisir Labuan Bajo

Pagar kawat berduri sekitar 800 meter menghambat akses ke Pantai Laing Lewe dan menekan penghidupan 29 keluarga pedagang. Pemerintah Manggarai Barat mengakui pelanggarannya, tetapi membiarkannya tetap berdiri.