Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ario Jempau

1343 Artikel

Ahli Hukum Agraria: Gregorius Jeramu Berhak Dapat Ganti Rugi Pengadaan Tanah Terminal Kembur

Rikardo Simarmata, dosen hukum agraria dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta hadir sebagai saksi ahli yang meringankan bagi Gregorius Jeramu

Kasus Terminal Kembur: Dakwaan Jaksa dan Pendapat Hakim Berbeda Terkait ‘Kesalahan’ Gregorius Jeramu

Hakim menyatakan kesalahan Gregorius adalah menerima pembayaran dua kali, sementara menurut jaksa karena ia menjual tanah tanpa dokumen alas hak yang sah, berupa sertifikat.

Sidang Kasus Terminal Kembur di Manggarai Timur: Peran Fansi Jahang dan Gaspar Nanggar yang Berkali-kali Disebut oleh Mantan Staf

Kasus ini menyeret staf biasa ke meja hijau, sementara para petinggi melenggang bebas. Ada dugaan tebang pilih dalam penegakan hukum.

Perlu Penertiban untuk Agen Travel di Labuan Bajo; Belajar dari Kasus Kecelakaan Kapal KML Tiana Liveaboard

Selain mematuhi SOP, agen travel yang beroperasi Labuan Bajo juga perlu terdaftar pada asosiasi yang ada, agar memudahkan kontrol dan koordinasi ketika terjadi masalah.

‘Jangankan untuk Dijual, untuk Konsumsi Saja Sangat Sulit,’ Petani di Flores Kewalahan Hadapi Penyakit Darah Pisang

Sejak bulan Juli, kebun-kebun pisang di salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil pisang di Flores dilanda penyakit darah. Sementara belum ada langkah efektif mencegahnya, petani terus merana.

Artikel Terbaru

Tebar Janji Perusahaan Tambang di Reok, Pernyataan Persetujuan Warga Sudah Disiapkan, Nihil Penjelasan Dampak Buruk

Sosialisasi publik pertama itu dikawal aparat TNI, perwakilan perusahaan merupakan warga Reok yang mengklaim bersedia menjadi “kaki tangan” karena kasihan dengan kondisi masyarakat.

Euforia Wisata ke Poco Likang, BBKSDA NTT Akui Belum Kaji Dampak Lingkungan

Ada catatan dari pemerhati lingkungan bahwa aktivitas di kawasan resapan air itu bisa memicu masalah jangka panjang untuk Ruteng dan sekitarnya.

Desakan Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Menguat Setelah Lima Peserta Tewas

Pemerintah merekrut puluhan ribu sarjana untuk mengelola koperasi desa, lalu mengirim mereka ke barak militer selama sebulan. Lima orang tidak pulang.

Ketika Anggaran Pendidikan Tak Sampai ke Ruang Kelas

NTT punya ribuan ruang kelas rusak, sementara pemerintah pusat justru memangkas anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk membenahi infrastruktur pendidikan