Lewat “Tragedi Tanah Kita”, pelajar SMAN 2 Komodo menghidupkan kembali kecemasan warga terhadap tambang dan proyek geotermal: siapa menikmati pembangunan, dan siapa menanggung kehilangan tanah, air, serta budaya?
Dengan tinggi 2.350 meter di atas permukaan laut, Anak Ranakah dikenal sebagai salah satu gunung api termuda di Indonesia dan bagian dari jalur gunung api Flores.
Oleh: Teofilus Afres
Floresa.co — Apakah Manggarai Timur layak menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA)?
Jawabannya tidak cukup dicari pada piagam, seremoni, atau foto penerimaan penghargaan. Ukurannya adalah pengalaman anak-anak yang seharusnya dilindungi.
Di satu sisi ada predikat dan citra keberhasilan. Di sisi lain, anak-anak masih mengalami perundungan dan kekerasan...
Bagi masyarakat yang menghidupi hubungan dengan leluhur melalui tanah dan ruang sakral, kehilangan bukan hanya berarti tidak lagi memiliki tempat tinggal atau lahan untuk menanam. Ia juga dapat berarti terputusnya hubungan dengan bagian-bagian kehidupan yang memberi makna pada keberadaan mereka.
Ketika bangunan berat tanpa standar menggantikan pengetahuan yang teruji oleh lingkungan, kemajuan justru dapat memperbesar risiko. Rekonstruksi harus menyatukan ilmu teknik, kecakapan setempat, dan tata kelola bahan yang berkelanjutan.
Di Nangahale, Gereja tidak cukup menyerukan dialog. Ia harus menghentikan penggunaan kuasa rohani dan hukum untuk menekan umat, membuka asal-usul tanah secara jujur, dan bersedia diperiksa.