Labuan Bajo, Floresa.co – Meski belum mengantongi izin mendirikan bangunan, pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Satu Harga di kawasan irigasi Marombok, Kecamatan Komodo,...
Floresa.co - Pilkada serentak kembali akan berlangsung pada tahun depan. Salah satunya kabupaten Manggarai di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Biasanya jelang perhelatan pilkada seperti ini,...
Floresa.co - Minggu pagi, 28 April 2019 ketenangan Kampung Laci, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur berubah menjadi geger. Pemicunya, seorang bayi perempuan...
Keluarga kami memandang sopi bukan minuman beralkohol semata. Sopi sama kedudukannya dengan kopi. Orang yang bertamu di rumah selalu ditawari antara minum kopi atau sopi.
FLORESA.CO - Kepolisian Resor Manggarai kembali menegaskan bahwa penertiban lokasi tambang pasir di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur tidak bertujuan untuk merugikan masyarakat. Penertiban yang...
Ada dalam satu bagian film, Maria Omety sedang melihat kembali hidupnya sendiri—hutan yang digusur, kampung yang perlahan dikepung, dan pilihan yang tidak selalu mudah: diam atau kehilangan.
Selama ini, peringatan dini, instruksi evakuasi, dan informasi kebencanaan disampaikan lewat pengumuman lisan dan sirine—sistem yang secara struktural mengecualikan mereka yang tidak bisa mendengar.
Dalam konteks pemikiran Freire, intimidasi yang mewarnai pemutaran dokumenter ini menunjukkan bahwa kekuasaan yang represif tidak takut pada filmnya, tapi pada kesadaran yang lahir setelahnya.
Seharusnya pemerintah membangun narasi tandingan atau membuat film baru jika tidak sepakat dengan film yang dibuat masyarakat sipil, ujar guru besar filsafat tersebut.