Artikel-artikel yang ditulis oleh

Yustin Patris

231 Artikel

MK Hanya Terima 7 Permohonan PHP

Jakarta, Floresa.co - Mahkamah Konstitusi (MK) sudah membacakan 140 putusan sela Permohonan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) tahun 2015. Sebanyak 7 permohonanan tersisah dinyatakan diterima. Tujuh permohonan...

Pemda NTT Akan Teliti Sistem Perekrutan TKI

Floresa.co – Pemerintah Daerah Nusa Tengggara Timur (NTT) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) akan melakukan penelitian secara komprehensi terhadap sistem perekrutan TKI di...

Terkait Blokir Bandara, Marianus Sae dan Satpol PP Ngada Perlu Dikenakan Sanksi Hukum

Floresa.co - Kasus pemblokiran Bandara Turelelo Soa, Kabupaten Ngada hampir mencapai klimaks. Para pelaku, yakni 23 Anggota Satpol PP telah menjalani beberapa kali persidangan di...

Ini 5 Poin Penting Surat Edaran Menpan-RB Terkait Kasus Ijazah Palsu

Floresa.co - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi telah menerbitkan surat edaran dengan nomor 3 tahun 2015 tentang 'Penanganan Ijazah Palsu Aparatur...

Bupati se-Flores Didesak Alokasikan Dana Rp 250 Juta untuk Pembentukan Provinsi Flores

Floresa.co – Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF) menyurati para bupati sedaratan Flores, Alor, Lembata untuk mengalokasikan dana sebesar Rp.250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh...

Artikel Terbaru

Karena Komentar di WA, Korporasi Gereja Katolik Kembali Lapor Polisi Warga Nangahale

Laporan itu terkait komentar atas liputan Floresa yang mengurai rencana investasi korporasi di lahan yang masih sengketa dengan masyarakat adat.

Koperasi Merah Putih, Militer, dan Masyarakat Sipil

Koperasi tidak menjadi milik rakyat hanya karena dibentuk atas nama rakyat. Negara boleh memfasilitasi, militer boleh membantu, tetapi kedaulatan anggota tidak boleh diambil alih.

Dari Maumere, Konferensi Republik Menagih Negara yang Hadir bagi Warga

Sembilan tuntutan menyoroti layanan publik, demokrasi, ruang hidup, dan perlindungan korban. Para peserta juga berjanji mengawasi anggaran dan mengoreksi lembaga sendiri.

Ketua APTIK di Konferensi Republik: Intelektual Tanpa Keberanian Moral Mengkhianati Panggilan Sejarah

Johanes Eka Priyatma menggugat kaum intelektual yang sibuk mengejar pengakuan akademik tetapi kehilangan kepekaan terhadap penderitaan rakyat. Kampus, tegasnya, harus menjadi rumah keberanian moral, bukan sekadar pabrik gelar.